PERENCANAAN PEGAJARAN DAN TELAAH KURIKULUM
KURIKULUM
Berbicara tentang kurikulum, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah berganti – ganti dan yang terakhir ini adalah KTSP. Di SMK KTSP ini sudah ditetapkan sejak tahun 2006 dan ditambah dengan penataan spektrum pada 2008. Apakah berpengaruh dengan adanya penataan spektrum ini?
SILABUS DAN RPP
Silabus dan RPP merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai bagi dunia pendidikan di Indonesia termasuk di SMK. Bagaimana kondisi dilapangan dengan teori?
MASTERY LEARNING
Apakah sudah efektif?
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan karakter yang sekarang digembor – gemborkan, apakah sudah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran?
Semua pertanyaan – pertanyaan tersebut ada dalam pembahasan berikut (tetapi tidak seutuhnya) dan bisa di download disini
PONDASI TIANG PANCANG
Pondasi Tiang Pancang
Secara definitif, tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari berbagai bahan bangunan (kayu, beton atau baja) yang digunakan untuk mentransmisikan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah dalam massa tanah. Hal tersebut dapat merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang pancang aau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang lebih rendah sepanjang ujung tiang pancang.
Pondasi tiang pancang digunakan untuk mentransfer beban yang dipikul pondasi (struktur serta penggunanya) ke lapisan tanah yang dalam, dimana dapat dicapai daya dukung yang lebih baik. Pondasi tiang pancang ini juga berguna untuk menahan gaya angkat akibat tingginya muka air tanah dan gaya dinamis akibat gempa.
Jika dilihat dari pemakaiannya, maka pondasi tiang pancang dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tiang pancang tunggal dengan tiang pancang kelompok. Sedangkan, bila dilihat dari bahan yang dipakai menjadi tiang pancang, maka tiang pancang dapat dibedakan menjadi tiang pancang kayu, tiang pancang baja, tiang pancang beton pracetak, tiang pancamg beton prategang dan tiang pancang komposit.
Kegunaan Pondasi Tiang Pancang
Secara terperinci, kegunaan dari pondasi tiang pancang ini meliputi beberapa hal, yaitu diantaranya adalah :
1. Untuk membawa beban-beban konstruksi di atas permukaan tanah ke dalam tanah melalui lapisan tanah. Dalam hal ini, trasfer gaya yang terjadi tidak hanya menyangkut beban gaya vertikasl saja, namun juga meliputi gaya lateral.
2. Untuk menahan gaya desakan ke atas yang sering kali menyebabkan terjadinya kegagalan guling, seperti untuk telapak ruangan bawah tanah di bawah bidang batas air jenuh. Pondasi telapak dapat juga dipakai untuk menopang kaki-kaki menara terhadap kegagalan guling, dimana gaya momen yang dihasilkan dari beban horisontal (dalam hal ini beban angin) dapat ditahan oleh gaya friksi tanah terhadap permukaan pondasi tiang pancang.
3. Dapat memampatkan endapan tak berkohesi yang bebas lepas di dalam tanah dengan melalui kombinasi perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan saat pemancangan. Dalam pelaksanaannya, pondasi tiang pancang tersebut dapat ditarik keluar kemudian.
4. Mengontrol penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
5. Membuat tanah di bawah pondasi sebuah mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo getaran dan frekwensi alamiah dari sistem mesin tersebut bila dijalankan. Dalam hal ini, transfer beban dinamis akibat getaran (vibrasi) sebuah mesin dapat dilaksanakan dengan baik tanpa harus mengubah struktur tanah, dimana tanah menjadi kaku dan teredam dari vibrasi mesin.
6. Sebagai faktor keamanan tambahan di bawah tumpuan jembatan dan tiang khususnya, jika erosi merupakan persoalan yang potensial. Dengan adanya pondasi tiang pancang, kegagalan gelincir yang dapat disebabkan oleh erosi dan beban horisontal akan dapat diatasi.
7. Dalam konstruksi yang didirikan pada lepas pantai, pondasi tiang pancang digunakan untuk meneruskan beben-beban yang terjadi di atas permukaan air pada struktur ke dalam air dan ke dalam dasar tanah yang mendasari air tersebut. Hal ini berlaku pada pondasi tiang pancang yang ditanamkan sebagian ke dalam tanah pada dasar air dan yang terpengaruh oleh beban vertikal dan tekuk serta beban lateral. Dengan demikian, dengan dipakainya pondasi tiang pancang pada suatu struktur pada lepas pantai, selain memanfaatkan daya dukung tanah seperti pondasi pada umumnya, juga memanfaatkan daya dukung air untuk menjaga kestabilan struktur.
Macam – macam Tiang pancang jika dilihat dari bahan penyusunnya ada 3 yaitu :
1. Tiang pancang beton
2. Tiang pancang kayu
3. Tiang pancang baja Baca selebihnya »
Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja
Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja
Baja pada dasarnya ialah besi (Fe) dengan tambahan unsur Karbon ( C ) sampai dengan 1.67% (maksimal). Bila kadar unsur karbon (C) lebih dari 1.67%, maka material tersebut biasanya disebut sebagai besi cor (Cast Iron).
Makin tinggi kadar karbon dalam baja, maka akan mengakibatkan hal- hal sbb:
- Kuat leleh dan kuat tarik baja kan naik,
- Keliatan / elongasi baja berkurang,
- Semakin sukar dilas.
Oleh karena itu adalah penting agar kita dapat menekan kandungan karbon pada kadar serendah mungkin untuk dapat mengantisipasi berkurangnya keliatan dan sifat sulit dilas diatas, tetapi sifat kuat leleh dan kuat tariknya tetap tinggi.
MANFAAT PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR PADA BAJA
Baja merupakan campuran besi dan karbon. Dimana kandungan karbon ( C ) mempengaruhi kekerasan baja, Disamping itu, baja mengandung unsure campuran lain yang disebut paduan, misalnya Mangan ( Mn ), Tembaga (Cu), Silikon ( Si ), Belerang ( S ), dan Posfor ( P ). Untuk memahami pengaruh komposisi kimia dan heat treat terhadap sifat akhir baja, maka kita perlu menganal factor – factor sbb:
- Struktur mikro,
- Ukuran butiran,
- Kandungan nonlogam.
- Endapan dipermukaan antar butiran.
- Keberadaan gas – gas yang terserap atau terlarut Baca selebihnya »
PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR
PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR
Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan, yang harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan program belajar mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan program belajar adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Perencanaan program belajar harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.
Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.
Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:
- Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.
- Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.
- Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia
- Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar – mengajar yang sistematis.
- Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.
- Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.
Prosedur Pengembangan Program Pembelajaran :
- Program pengajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu belajar tertentu. Program pengajaran yang menjadi tugas guru yaitu menyusun program pengajaran tahunan, program pengajaran semester dan program mingguan atau harian, yang disebut program persiapan mengajar.
- Program pengajaran di sekolah harus dilakukan secara beruntut, sehingga harus dibuat pembagian jam mata pelajaran dalam artian setiap tatap muka pertama dan selanjutnya harus ada kesinambungan yang terkait. Baca selebihnya »
Peleburan Baja Dengan Metode Basic Oxygen Furnace
Proses Peleburan Baja
Proses peleburan baja dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (pig iron) atau berupa besi spons (sponge iron). Disamping itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan – bahan penambah seperti ingot ferosilikon, feromangan dan batu kapur. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) dan pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF). Tanpa memperhatikan tungku atau proses yang diterapkan, proses peleburan baja pada umumnya mempunyai tiga tujuan utama, yaitu :
ü mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas
ü mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas.
ü mengatur kadar karbon agar sesuai dengan tingkat grade/spesifikasi baja yang diinginkan.
ü menambah elemen-elemen pemadu yang diinginkan.
Proses Peleburan Baja Dengan BOF
Proses ini menempati 70% proses produksi baja di Amerika Serikat. Merupakan modifikasi dari proses Bessemer. Proses Bessemer menggunakan uap air panas ditiupkan pada besi kasar cair untuk membakar zat kotoran yang tersisa. Proses BOF memakai oksigen murni sebagai ganti uap air. Bejana BOF biasanya berdiameter dalam 5m mampu memproses 35 – 200 ton dalam satu pemanasan.
Peleburan Baja Dengan BOF ini juga termasuk proses yang paling baru dalam industri pembuatan baja. Konstruksi tungku BOF relative sederhana, bagian luarnya dibuat dari pelat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api (firebrick).
Proses tanur oksigen basa ( Basix Oxygen Furnace, BOF) menggunakan besi kasar cair (65 – 85%) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas (skrap baja) sebanyak (15 – 35%), batu kapur dan gas oksigen (kemurnian 99,5%). Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Gagasan ini dicetuskan oleh Bessemer sekitar tahun 1800.
Gambar sketsa sebuah tungku BOF.
Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair. Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur – angsur turun sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 1650 C. Pada saat oksidasi berlangsung ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur dengan bahan – bahan impuritas (termasuk bahan – bahan yang teroksidasi) membentuk terak yang terapung diatas baja cair. Bila proses oksidasi selesai maka aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat / dikeluarkan dari tungku. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia. Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping). Penuangan tersebut dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 1650 C. Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahan – lahan sehingga cairan baja akan tertuang masuk kedalam ladel. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment). Metal treatment tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen – elemen pemadu atau lainnya dengan maksud untuk memperbaiki kualitas baja cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %
Kelebihan proses BOF dibandingkan proses pembuatan baja lainnya :
- Dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan.
- Tidak perlu tuyer dibagian bawah..
- Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon.
- Biaya operasi murah.
Andai Aku Menjadi Guru
ANDAI AKU MENJADI GURU
Guru adalah suatu profesi yang dahulu dianggap orang remeh dan hanya dilirik oleh segelintir orang karena identik dengan orang miskin akan tetapi sekarang guru menjadi suatu profesi yang sangat diincar banyak orang. Mengapa demikian? Ya, seperti yang banyak diketahui bahwasanya sekarang gaji guru sudah lumayan besar dengan adanya tunjangan sertifikasi. Sertifikasi merupakan predikat guru profesional yang diberikan kepada tenaga pendidik dan melipat gandakan gaji tenaga pendidik tersebut menjadi dua kali lipat. Pemerintah sendiri berharap dengan adanya tunjangan sertifikasi bisa memacu guru – guru di Indonesia agar lebih berkompeten di bidangnya. Dan cakupan luasnya jika guru di Indonesia lebih berkualitas / berkompenten dibidangnya maka untuk kedepannya pendidikan kita bisa bersaing di tingkat internasional. Syarat mendapatkan sertifikasi tidaklah mudah yaitu harus mengumpulkan portofolio (sertifikat seminar, piagam penghargaan, sertifikat diklat, dll) dan setiap isi portofolio itu ada bobot sendiri dalam penilaiannya. Apabila tidak lulus portofolio maka akan didiklat melalui PLPG selama 1 minggu. Tetapi sampai saat ini kondisi itu malah berbalik, dalam artian banyak guru yang sudah mendapatkan tunjangan setifikasi tetapi guru tersebut tidak profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Itu disebabkan karena dalam isi portofolio tersebut banyak terjadi manipulasi, seperti mereka memperoleh sertifikat – sertifikat yang jumlahnya ratusan, tetapi kompetensi dari serifikat itu tidak mereka dapatkan sehingga ketika tenaga pendidik akan mengimplementasikan itu kedalam proses belajar mengajar mereka akan kesulitan. Inilah yang menjadikan cerminan bahwasanya sertifikasi guru di Indonesia masih kurang efektif dengan salah satu alasan seperti disebut di atas. Saya sebagai calon guru yang sudah dididik untuk dipersiapkan sebagai guru sangat prihatin melihat kejadian seperti saat ini dan saya tidak akan melakukan kecurangan hanya dapat memperoleh predikat guru profesional.
Jika saya memang digariskan untuk berprofesi menjadi guru saya akan menjalankan profesi tersebut dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan generasi muda kedepannya. Saya menganggap menjadi guru bukanlah jabatan belaka tetapi adalah sebuah amanah. Dan amanah apabila tidak dijalankan dengan maksimal maka akan berdosa. Tidak hanya sekadar mengajar untuk menuntaskan kompetensi tetapi juga mananamkan karakter kepada siswa agar siswa yang tadinya kurang baik menjadi baik dan dapat berprestasi demikian juga dengan moralnya. Tapi itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama, maka dari itu yang dituntut disini adalah kesabaran dan keuletan tinggi dalam melaksanakannya. Mengapa saya menginginkan demikian karena saya ingin turut menyukseskan cita – cita pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan pendidikan berkarakter. Baca selebihnya »
Konstruksi Bambu
KONSTRUKSI RUMAH BAMBU
Mengapa kita perlu memikirkan konstruksi yang biasa menggunakan kayu beralih ke bambu ?
Krisis Global yang berkepanjangan memang meresahkan masyarakat di seluruh dunia. Harga – harga kebutuhan pokok terus meningkat seiring perubahan ketidakstabilan nilai rupiah di pasar dunia. Tidak terkecuali harga bahan bangunan yang tentunya menyebabkan harga pembangunan sebuah gedung ikut meningkat pula. Kalau dulu, membangun rumah dengan kisaran harga 1 juta rupiah per meter persegi masih dapat dilakukan. Sedangkan sekarang, paling tidak untuk membangun rumah tinggal dengan standar mutu yang bagus dan representatif kisarannya bisa mencapai angka 2.5 – 3 juta rupiah per meter perseginya.
Untuk itu, kita sebaiknya perlu mencari cara yang pas agar kita dapat menekan ongkos konstruksi rumah tinggal yang akan kita bangun. Kita perlu mencari cara dan kreasi yang lebih unik agar hemat namun tetap terlihat sedap dipandang mata. Caranya adalah dengan pengguanaan material yang tepat guna, hemat, dan terjangkau. Misalnya dengan menggunakan dinding batako yang lebih murah daripada batu bata. Lalu dengan cara merancang dinding yang bervariasi dalam artian tidak semua dinding diplester dengan acian semen halus dan cat, tapi ada variasi dan komposisi dinding yang mana yang memang merupakan ekspose kasar dan yang mana yang halus. Dan dengan cara penggunaan atap gelombang non-asbestos atau fiber semen yang tentu saja jauh lebih murah dan ramah lingkungan ketimbang genteng beton ataupun genteng keramik.
Namun, ada cara yang lebih mudah lagi. Dengan melihat potensi Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan sumber daya alam. Kita seharusnya dapat cukup jeli melihat potensi sumber daya alam kita yang beraneka ragam ini. Sumber daya alam kita, khususnya yang merupakan material bangunan yang paling banyak ditemui adalah kayu. Akan tetapi, karena kayu harganya begitu mahal di pasaran, kayu menjadi material yang terasa cukup mewah khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin membangun rumah tinggal. Selain itu, isu lingkungan seperti penebangan hutan secara liar membuat kita cenderung untuk prihatin terhadap sumber daya alam kita yang semakin menipis ini.
Selain kayu, sebenarnya bahan lain yang sering ditemui dan tumbuh dengan mudah di Indonesia adalah bambu. Bambu dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang di alam Negara kita ini. Harganya pun murah dan terjangkau bagi siapa saja. Namun, memang benar belum banyak orang yang melirik potensinya sebagai material alternatif yang dapat kita gunakan sebagai elemen dekorasi rumah kita. Selain itu, pengetahuan kebanyakan masyarakat kita terbatas tentang bambu pun agaknya cukup terbatas. Kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa bambu hanya sebagai penghias rumah makan ataupun saung yang berada di desa-desa. Padahal, kekuatan bambu yang misalnya digunakan sebagai struktur utama memiliki kekuatan yang tidak kalah jauh kalau dibandingkan dengan kayu. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu bambu kekuatannya lebih lentur daripada kayu.
Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban (baik beban tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu (yang berkualitas) sama dengan kayu, bahkan kuat tariknya lebih baik daripada kayu. Bahkan, dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton.
Sudah waktunya Indonesia mempunyai standar bambu yang berlaku secara nasional dengan merujuk pada standar bambu internasional yang sudah ada seperti, ISO 22156 (2004) dan ISO 22157-1: 2004 (E) yang disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di Indonesia. Langkah awal untuk maksud ini sudah dimulai dari di Puslitbang Permukiman dengan menghadirkan para ahli/peneliti bambu dari UGM, ITB, IPB, LIPI, PROSEA dan Puslitbang Permukiman yang hasilnya dapat dipakai sebagai informasi awal untuk langkah-langkah selanjutnya dalam merealisasikan standar bambu. Dengan tersedianya standar bambu untuk bangunan diharapkan produk yang menggunakan bambu dapat lebih berkualitas, lebih lama umur pakainya, seragam dalam penggunaannya, dapat meningkatkan nilai tambah bambu sehingga dapat menggantikan peran kayu di masa mendatang.
TUJUAN
Meminimalisir penggunaan kayu dengan menggantinya dengan bambu, sehingga penggunaan kayu dan bambu seimbang karena jumlah kayu di Indonesia semakin berkurang karena penebangan yang terus – menerus. Baca selebihnya »
Teknologi Baja
TEKNOLOGI BAJA
Baja adalah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi.
Ditemukan ketika dilakukan penempaan dan pemanasan yang menyebabkan tercampurnya besi dengan karbon pada proses pembakaran.
Sering digunakan untuk bangunan monumental dan berukuran besar.
Bentuk Baja :
1. Baja Pelat
a) Baja berupa pelat, baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara 3 mm s.d 60 mm.
b) Baja pelat lembaran lebar antara 150 mm s.d 4300 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.
c) Baja pelat setrip biasanya dengan lebar <600 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.
d) Ada yang polos dan ada yang bermotif. Namun untuk konstruksi biasanya digunakan pelat polos. Sedangkan yang bermotif digunakan untuk lantai bis. Cabin kapal, dll.
2. Baja Profil
Baja berupa batangan (lonjoran) dengan penampang berprofil dengan bentuk
tertentu dengan panjang pada umumnya 6 meter (namun bisa juga dipesan di pabrik dengan panjang sampai 15 meter)
3. Baja Beton
Baja yang digunakan untuk penulangan atau pembesian beton (untuk konstruksi beton). Pada umumnya berbentuk batangan atau lonjoran dengan berbagai macam ukuran (dari pabrik 12 meter)
4. Baja Siku
Baja profil berbentuk siku sama kaki yang digunakan untuk penggunaan umum dengan ukuran lebar kaki mulai 20 mm sampai 200 mm.
Kelebihan Baja Siku :
- Praktis,
- Mudah dalam pengerjaan,
- Dapat dibongkar pasang, dll.
Penggunaan Baja Siku :
- Atap,
- Rak Lemari,
- Sandaran buku,dll
Untuk macam – macam baja lainnya akan diteruskan dipostingan saya selanjutnya.hehehe……
TEORI –TEORI PERKEMBANGAN MANUSIA
A. Teori Kognitif
Menurut Ratna Willis Dahar, konsep kognitif dapat di artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight, reasoning, menggunakan logika induktif dan deduktif. Dengan demikian menurut pandangan teori kognitif, manusia adalah makhluk rasional, demikianlah pandangan dasar para penganut teori ini. Berdasarkan rasionya manusia bebas memilih dan menentukan apa yang akan dia perbuat. Tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya. Semakin inteligen dan berpendidikan, otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya, dan secara sadar pula akan melakukan perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tersebut.
Menurut teori ini,tingkah laku tidak di gerakan oleh apa yang disebut motivasi, melainkan oleh rasio. Setiap perbuatan yang akan dilakukannya sudah dipikirkan alasan-alasannya. Oleh karena itu setiap orang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Disini tidak dikenal perbuatan-perbuatan yang berbeda diluar control rasio.
Pandangan di atas adalah pandangan para filsuf kuno seperti Sokrates, Plato, dan Thomas Aquinas. Bahkan pandangan ini pada masa yang silam hampir menjadi pandangan umum dikalangan masyarakat.
Didalam teori ini juga juga diletakkan pentingnya fungsi kehendak. Bahkan fungsi kehendak disejajarkan dengan fungsi berpikir dan fungsi perasaan, sejauh fungsi berpikir dapat dipertanggungjawabkan. Teori ini tidak menyadari bahwa kadang-kadang tindakan manusia itu berada diluar control rasio, sehingga sukar mempertanggungjawabkannya. Disinilah justru letak kelemahan teori ini, yaitu tidak dapat menerangkan tindakan-tindakan yang berada diluar control rasio. Apakah tindakan-tindakan semacam ini tidak termasuk dalam tingkah laku manusia? Hal ini akan terjawab bila konsep motivasi mendapat tempat dibelakang setiap tingkah laku, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Baca selebihnya »
BETON
BETON
Pasta adalah pencampuran antara semen dan air.
Mortar adalah pencampuran dari semen, air dan pasir.
Beton adalah pencampuran dari semen, air, pasir dan kerikil.
Dalam pembuatan beton harus memenuhi komposisi berikut :
Komposisi semen pada beton :7–15%
Komposisi agregat (halus dan kasar) :61–76%
Komposisi agregat halus :30%
Komposisi agregat kasar :40%
Komposisi udara :5%
Komposisi air :15%
Keunggulan Beton:
1. Ketersediaan material dasar
a) Agregat dan air dipadatkan dari lokal.
b) Tidak demikian dengan baja, harus pabrikisasi dan import.
c) Ketersediaan kayu (masalah lingkungan).
2. Kemudahan untuk digunakan
a) Pengangkutan mudah.
b) Bisa dipakai untuk berbagai struktur.
c) Beton bertulang bisa dipakai untuk struktu berat.
3. Kemampuan beradaptasi
a) Bersifat monolit, tidak memerlukan sambungan seperti baja.
b) Dapat dicetak dengan ukuran dan bentuk berbeda.
c) Beton dapat diproduksi dengan berbagai cara yang disesuaikan situasi sekitar.
4. Pemeliharaan Minimal
a) Ketahanan beton cukup tinggi, lebih tahan karat tidak perlu dicat, tahan kebakaran. Baca selebihnya »














