<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>YoGo SiiPh...</title>
	<atom:link href="http://yogoz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yogoz.wordpress.com</link>
	<description>Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Nov 2011 06:22:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yogoz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/37ff07f6843510fb301b0bab493b5c20?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>YoGo SiiPh...</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yogoz.wordpress.com/osd.xml" title="YoGo SiiPh..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://yogoz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/07/14/298/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/07/14/298/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 15:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KURIKULUM]]></category>
		<category><![CDATA[SILABUS]]></category>
		<category><![CDATA[RPP]]></category>
		<category><![CDATA[MASTERY LEARNING]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN KARAKTER]]></category>
		<category><![CDATA[Paradigma pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Model pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[PERENCANAAN PEGAJARAN DAN TELAAH KURIKULUM KURIKULUM Berbicara tentang kurikulum, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah berganti &#8211; ganti dan yang terakhir ini adalah KTSP. Di SMK KTSP ini sudah ditetapkan sejak tahun 2006 dan ditambah dengan penataan spektrum pada 2008. Apakah berpengaruh dengan adanya penataan spektrum ini? SILABUS DAN RPP Silabus dan RPP merupakan pekerjaan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=298&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PERENCANAAN PEGAJARAN DAN TELAAH KURIKULUM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">KURIKULUM</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara tentang kurikulum, kurikulum pendidikan di Indonesia sudah berganti &#8211; ganti dan yang terakhir ini adalah KTSP. Di SMK KTSP ini sudah ditetapkan sejak tahun 2006 dan ditambah dengan penataan spektrum pada 2008. Apakah berpengaruh dengan adanya penataan spektrum ini?</p>
<p style="text-align:justify;">SILABUS DAN RPP</p>
<p style="text-align:justify;">Silabus dan RPP merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai bagi dunia pendidikan di Indonesia termasuk di SMK. Bagaimana kondisi dilapangan dengan teori?</p>
<p style="text-align:justify;">MASTERY LEARNING</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah sudah efektif?</p>
<p style="text-align:justify;">INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER</p>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan karakter yang sekarang digembor &#8211; gemborkan, apakah sudah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Semua pertanyaan &#8211; pertanyaan tersebut ada dalam pembahasan berikut (tetapi tidak seutuhnya) dan bisa di <a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/07/telaah-yogo2.docx">download disini</a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=298&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/07/14/298/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PONDASI TIANG PANCANG</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/06/21/pondasi-tiang-pancang/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/06/21/pondasi-tiang-pancang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 12:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[Kegunaan Pondasi Tiang Pancang]]></category>
		<category><![CDATA[Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Macam – macam Tiang pancang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyambungan Tiang Pancang Baja]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Tiang Pancang]]></category>
		<category><![CDATA[Pondasi Tiang Pancang Baja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Pondasi Tiang Pancang Secara definitif, tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari berbagai bahan bangunan (kayu, beton atau baja) yang digunakan untuk mentransmisikan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah dalam massa tanah. Hal tersebut dapat merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang pancang aau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=290&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Pondasi Tiang Pancang</strong></p>
<p>Secara definitif, tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari berbagai bahan bangunan (kayu, beton atau baja) yang digunakan untuk mentransmisikan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah dalam massa tanah. Hal tersebut dapat merupakan distribusi vertikal dari beban sepanjang poros tiang pancang aau pemakaian beban secara langsung terhadap lapisan yang lebih rendah sepanjang ujung tiang pancang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pondasi tiang pancang digunakan untuk mentransfer beban yang dipikul pondasi (struktur serta penggunanya) ke lapisan tanah yang dalam, dimana dapat dicapai daya dukung yang lebih baik. Pondasi tiang pancang ini juga berguna untuk menahan gaya angkat akibat tingginya muka air tanah dan gaya dinamis akibat gempa.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dilihat dari pemakaiannya, maka pondasi tiang pancang dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tiang pancang tunggal dengan tiang pancang kelompok. Sedangkan, bila dilihat dari bahan yang dipakai menjadi tiang pancang, maka tiang pancang dapat dibedakan menjadi tiang pancang kayu, tiang pancang baja, tiang pancang beton pracetak, tiang pancamg beton prategang dan tiang pancang komposit.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kegunaan Pondasi Tiang Pancang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara terperinci, kegunaan dari pondasi tiang pancang ini meliputi beberapa hal, yaitu diantaranya adalah :</p>
<p>1. Untuk membawa beban-beban konstruksi di atas permukaan tanah ke dalam tanah melalui lapisan tanah. Dalam hal ini, trasfer gaya yang terjadi tidak hanya menyangkut beban gaya vertikasl saja, namun juga meliputi gaya lateral.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Untuk menahan gaya desakan ke atas yang sering kali menyebabkan terjadinya kegagalan guling, seperti untuk telapak ruangan bawah tanah di bawah bidang batas air jenuh. Pondasi telapak dapat juga dipakai untuk menopang kaki-kaki menara terhadap kegagalan guling, dimana gaya momen yang dihasilkan dari beban horisontal (dalam hal ini beban angin) dapat ditahan oleh gaya friksi tanah terhadap permukaan pondasi tiang pancang.</p>
<p>3. Dapat memampatkan endapan tak berkohesi yang bebas lepas di dalam tanah dengan melalui kombinasi perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan saat pemancangan. Dalam pelaksanaannya, pondasi tiang pancang tersebut dapat ditarik keluar kemudian.</p>
<p>4. Mengontrol penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.</p>
<p>5. Membuat tanah di bawah pondasi sebuah mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo getaran dan frekwensi alamiah dari sistem mesin tersebut bila dijalankan. Dalam hal ini, transfer beban dinamis akibat getaran (vibrasi) sebuah mesin dapat dilaksanakan dengan baik tanpa harus mengubah struktur tanah, dimana tanah menjadi kaku dan teredam dari vibrasi mesin.</p>
<p>6. Sebagai faktor keamanan tambahan di bawah tumpuan jembatan dan tiang khususnya, jika erosi merupakan persoalan yang potensial. Dengan adanya pondasi tiang pancang, kegagalan gelincir yang dapat disebabkan oleh erosi dan beban horisontal akan dapat diatasi.</p>
<p>7. Dalam konstruksi yang didirikan pada lepas pantai, pondasi tiang pancang digunakan untuk meneruskan beben-beban yang terjadi di atas permukaan air pada struktur ke dalam air dan ke dalam dasar tanah yang mendasari air tersebut. Hal ini berlaku pada pondasi tiang pancang yang ditanamkan sebagian ke dalam tanah pada dasar air dan yang terpengaruh oleh beban vertikal dan tekuk serta beban lateral. Dengan demikian, dengan dipakainya pondasi tiang pancang pada suatu struktur pada lepas pantai, selain memanfaatkan daya dukung tanah seperti pondasi pada umumnya, juga memanfaatkan daya dukung air untuk menjaga kestabilan struktur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Macam – macam Tiang pancang jika dilihat dari bahan penyusunnya ada 3 yaitu :</strong></p>
<p>1. Tiang pancang beton</p>
<p>2. Tiang pancang kayu</p>
<p>3. Tiang pancang baja<span id="more-290"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pondasi Tiang Pancang Baja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pondasi tiang pancang baja biasanya berbentuk profil H ataupun berbentuk pipa baja. Pada tiang pancang baja pipa, dapat dipilih dengan ujung terbuka bebas ataupun tertutup. Sering kali tiang baja pipa dilakukan pengisian dengan pengecoran beton setelah pemancangan, namun dalam beberapa hal dan kondisi, pengecoran tersebut dirasakan tidak perlu dilakukan. Berdasarkan pengalaman, bentuk ujung terbuka lebih menguntungkan dari segi kedalaman penetrasi dan dapat dikombinasikan dengan pengeboran bila diperlukan, misalnya penetrasi tiang pada tanah berbatu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyambungan Tiang Pancang Baja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sambungan-sambngan pada tiang pancang baja dibuat dengan cara yang sama dengan kolom baja, yaitu yang paling umum dengan cara mengelas atau dengan pemakaian baut. Pada beberapa proyek kecil, penyambungan telah dilakukan dengan lebih dahulu dan dipatenkan sebelum pemancangan dilakukan. Untuk tiang pancang baja berbentuk profil H, pelat-pelat badan (web plates) dibuat dalam bentuk dua saluran belakang ke belakang, dengan panjang yang cukup pas dengan badan dan flens bagian dalam. Sambungan ini kemudian dilas ke badan tersebut memotong ujungnya dan flens dilas bagian ujung tumpulnya untuk menyempurnakan sambungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyambungan tiang pancang pipa terdiri dari sebuah cincin yang berbingkai (ledged ring). Penyambingan dilakukan dengan mengelas sekeliling sambungan pipa tersebut yang kemudian ditutup dengan bingkai cincin yang juga dilas secara keliling ke pada kedua dua pipa yang telah disambung tersebut. Biasanya sambungan ini akan membangun kekuatan tiang pancang dalam kompresi, kelenturan dan geseran untuk memenuhi persyaratan kode bangunan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Tiang Pancang Baja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pondasi tiang pancang baja tersebut pada umumnya ringan, kuat dan mampu menahan beban yang berat. Penyambungan tiangpun dapat dilakukan dengan sangat mudah. Namun pondasi tiang pancang baja mempunyai kelemahan, yaitu dapat terjadinya korosi pada tiang baja.yang dilakukan oleh asam maupun air. Asam adalah suatu kondisi kimiawi, di mana bahan tersebut ber-pH kurang dari 7. Namun penelitian menunjukkan, bahwa pemancangan terhadap tanah alamiah tak terganggu, maka korosi tidak menjadi tidak menjadi masalah. Namun, jika pemancangan dilakukan terhadap tanah urugkan, maka besar kemungkinannya terjadinya korosi pada tiang pancang baja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=290&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/06/21/pondasi-tiang-pancang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/05/15/pengaruh-campuran-unsur-kimia-pada-baja/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/05/15/pengaruh-campuran-unsur-kimia-pada-baja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 07:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPOSISI KIMIA BAJA]]></category>
		<category><![CDATA[MANFAAT PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR PADA BAJA]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja   Baja pada dasarnya ialah besi (Fe) dengan tambahan unsur Karbon ( C ) sampai dengan 1.67% (maksimal). Bila kadar unsur karbon (C) lebih dari 1.67%, maka material tersebut biasanya disebut sebagai besi cor (Cast Iron). Makin tinggi kadar karbon dalam baja, maka akan mengakibatkan hal- hal sbb: Kuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=286&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong> <strong>Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja</strong><strong><em></em></strong> </strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baja pada dasarnya ialah besi (Fe) dengan tambahan unsur Karbon ( C ) sampai dengan 1.67% (maksimal). Bila kadar unsur karbon (C) lebih dari 1.67%, maka material tersebut biasanya disebut sebagai besi cor (Cast Iron).</p>
<p style="text-align:justify;">Makin tinggi kadar karbon dalam baja, maka akan mengakibatkan hal- hal sbb:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kuat leleh dan kuat tarik baja kan naik,</li>
<li>Keliatan / elongasi baja berkurang,</li>
<li>Semakin sukar dilas.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu adalah penting agar kita dapat menekan kandungan karbon pada kadar serendah mungkin untuk dapat mengantisipasi berkurangnya keliatan dan sifat sulit dilas diatas, tetapi sifat kuat leleh dan kuat tariknya tetap tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MANFAAT PENAMBAHAN UNSUR-UNSUR PADA BAJA</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Baja merupakan campuran besi dan karbon. Dimana kandungan karbon ( C ) mempengaruhi kekerasan baja, Disamping itu, baja mengandung unsure campuran lain yang disebut paduan, misalnya Mangan ( Mn ), Tembaga (Cu), Silikon ( Si ), Belerang ( S ), dan Posfor ( P ). Untuk memahami pengaruh komposisi kimia dan heat treat terhadap sifat akhir baja, maka kita perlu menganal factor – factor sbb:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Struktur mikro,</li>
<li>Ukuran butiran,</li>
<li>Kandungan nonlogam.</li>
<li>Endapan dipermukaan antar butiran.</li>
<li>Keberadaan gas – gas yang terserap atau terlarut<span id="more-286"></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Unsur-unsur tersebut mempunyai pengaruh pada baja yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengaruh Campuran Unsur Kimia Pada Baja </strong><strong>:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>C = CARBON :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mempunyai sifat keras tetapi getas.</p>
<p style="text-align:justify;">Fungsi CARBON pada baja adalah  mampu menjalani reaksi-reaksi kimia seperti reaksi SUBSTITUSI (pergantian), reaksi ADISI  (penambahan), reaksi ELIMINASI (pengurangan). CARBON pada baja adalah sebagai LEM  atau zat perekat dan mempunyai sifat cukup TAHAN GESEK terhadap benda atrasip ( tanah  yang berpasir dan tidak mengandung silicon ). CARBON membuat / MEMBENTUK STRUKTUR  FERRITE, dimana struktur tersebut mempunyai kekerasan diatas 48HRC, tetapi tidak  mempunyai sifat ketajaman.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="2">
<li>Si = SILICON :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mempunyai SIFAT ELASTIS / KEULETANNYA TINGGI. SILICON juga  menambah kekerasan dan ketajaman pada baja. Tapi penambahan SILICON yang  BERLEBIHAN akan menyebabkan BAJA tersebut MUDAH RETAK. SILICON berupa massa hitam mirip logam yang meleleh pada 1410°C . Unsur ini mempunyai kecenderungan yang  kuat untuk berikatan dengan oksigen dan SIFAT SERATNYA TAHAN API.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="3">
<li>Mn = MANGAN :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mempunyai sifat yang TAHAN terhadap GESEKAN dan TAHAN TEKANAN (IMPACT LOAD). Unsur ini mudah berubah kekerasannya pada kondisi temperatur yang tidak tetap dan juga digunakan untuk membuat alloy mangan tembaga yang bersifat FERROMAGNETIC.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="4">
<li>Cr = CROMIUM :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Unsur ini digunakan Sebagai PELINDUNG PERMUKAAN BAJA dan tahan gesekan. Baja yang mengkilap, KERAS dan RAPUH serta TAHAN terhadap KOROSI (karat) tetapi mempunyai KEULETAN yang RENDAH.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="5">
<li>Mo = MOLYBDENUM :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mempunyai sifat TAHAN PEKERJAAN PANAS sehingga cocok  untuk hotwork tool steel, batas pencampuran unsur ini MAX.7% juga berfungsi sebagai penetralisir kekerasan wolfram. Molybdenum merupakan unsur tambahan pembuat keuletan baja yang maximum.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="6">
<li>Ni = NIKEL :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Mempunyai SIFAT yang ULET dan TAHAN terhadap BAHAN KIMIA dan untuk MENGATASI KOROSI ( karat ) yang serius tetapi tidak mempunyai kekerasan yang tinggi. Merupakan unsur yang dicampurkan kedalam baja untuk mengatasi kerusakan pada temperatur tinggi (dapat mencapai 1200° C ).</p>
<ol style="text-align:justify;" start="7">
<li>V = VANADIUM :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Baja berwarna putih perak dan sangat keras. Vanadium adalah bahan tambahan untuk pekerjaan panas karena sifat Vanadium TAHAN terhadap GESEKAN PADA TEMPERATUR YANG TINGGI</p>
<ol style="text-align:justify;" start="8">
<li>W = WOLFRAM :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Diperlukan untuk KETAJAMAN ,tahan terhadap temperatur tinggi dan  Juga sangat TAHAN GESEKAN. WOLFRAM mempunyai temperatur sepuh  yang sangat tinggi dan memerlukan tempering berulang-ulang kali sehingga sangat sulit dalam pengolahannya.</p>
<ol style="text-align:justify;" start="9">
<li>Co = COBALT :</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Sifatnya TAHAN GESEK dan TAHAN PANAS pada temperatur tinggi., KEKERASAN TINGGI TAPI GETAS. Berfungsi untuk membentuk CARBIDE, meningkatkan  kekerasan dan hot strength, yang sangat baik untuk ketajaman pada mata pisau.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=286&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/05/15/pengaruh-campuran-unsur-kimia-pada-baja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/04/29/281/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/04/29/281/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 12:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan jadual pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah-Langkah Penyusunan Jadual Pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[PEMBAGIAN JAM MATA PELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan alat Bantu/software dalam penyusunan jadual pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR]]></category>
		<category><![CDATA[Prinsip perencanaan pengajaran]]></category>
		<category><![CDATA[PROGRAM PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[PROGRAM SEMESTER]]></category>
		<category><![CDATA[PROGRAM TAHUNAN]]></category>
		<category><![CDATA[Prosedur Pengembangan Program Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and trick penyusunan jadWal pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan, yang harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan program belajar mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan program belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=281&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>PERENCANAAN PROGRAM BELAJAR</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan, yang harus direncanakan oleh guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku. Perencanaan program belajar mencakup kegiatan merumuskan tujuan pembelajaran, merumuskan isi / materi pelajaran yang harus dipelajari, merumuskan kegiatan belajar dan merumuskan sumber belajar / media pembelajaran yang akan digunakan serta merumuskan evaluasi belajar. Fungsi perencanaan program belajar adalah sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Perencanaan program belajar harus berdasarkan pada pendekatan sistem yang mengutamakan keterpaduan antara tujuan, materi, kegiatan belajar dan evaluasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas. Perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indikator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi. Sedangkan PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi standar belum tercapai.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa.</li>
<li>Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.</li>
<li>Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia</li>
<li>Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar &#8211; mengajar yang sistematis.</li>
<li>Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.</li>
<li>Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Prosedur Pengembangan Program Pembelajaran :</span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Program pengajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu belajar tertentu. Program pengajaran yang menjadi tugas guru yaitu menyusun program pengajaran tahunan, program pengajaran semester dan program mingguan atau harian, yang disebut program persiapan mengajar.</li>
<li>Program pengajaran di sekolah harus dilakukan secara beruntut, sehingga harus dibuat pembagian jam mata pelajaran dalam artian setiap tatap muka pertama dan selanjutnya harus ada kesinambungan yang terkait.<span id="more-281"></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>A) </strong><strong>PROGRAM PEMBELAJARAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1)  </strong><strong>PROGRAM TAHUNAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan(SK dan KD)yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan program ini telah dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran sebelum tahun ajaran karena merupakan pedomkan bagi pengembangan program-program berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2)  </strong><strong>PROGRAM SEMESTER</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Program semester adalah program pengajaran yang harus dicapai selama satu semester, selama periode ini diharapkan para siswa menguasai pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai satu kesatuan utuh. Program semester dijabarkan dari Garis &#8211; Garis Besar Program Pengajaran pada masing-masing bidang studi / mata pelajaran, di dalamnya terdiri atas: pokok bahasan / sub-pokok bahasan, alokasi waktu, dan alokasi pertemuan kapan pokok bahasan / sub-pokok bahasan tersebut disajikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3)  </strong><strong>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembvelajaran. RPP disusun untuk satu kompetensi dasar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B) </strong><strong>PEMBAGIAN JAM MATA PELAJARAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Menyusun jadual pelajaran adalah salah satu  kegiatan dalam manajemen kurikulum di sekolah pada proses pengorganisasian (<em>organizing</em>). Pekerjaan tersebut umumnya dilakukan oleh petugas khusus penyusun jadual (di Sekolah Dasar), Seksi Kurikulum (di SMP), atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum (di SMA/SMK/MA). Jadual pelajaran berfungsi sebagai pedoman mengajar bagi guru dan pedoman belajar bagi siswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam jadual pelajaran menjabarkan seluruh program pengajaran di sekolah, karena dengan melihat jadual pelajaran akan diketahui: <strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">1)    mata pelajaran apa yang akan diajarkan,</p>
<p style="text-align:justify;">2)    kapan pelajaran itu diajarkan,</p>
<p style="text-align:justify;">3)    di mana (ruang) pelajaran diajarkan, dan</p>
<p style="text-align:justify;">4)    siapa (guru) yang mengajar pada suatu kelas tertentu selama satu minggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadual pelajaran dibedakan menjadi dua macam yaitu jadual pelajaran umum dan jadual pelajaran khusus. Jadual pelajaran umum memuat pengaturan pemberian mata pelajaran pada seluruh kelas dan menunjukkan pembagian waktu mengajar bagi seluruh guru di sekolah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan jadual pelajaran khusus adalah kegiatan pemberian mata pelajaran yang hanya berlaku bagi suatu kelas tertentu/sekelompok siswa tertentu pada hari-hari tertentu. Mengingat menyusun jadual pelajaran harus dibutuhkan ketelitian,ketelatenan, serta dihasilkan jadual yang memperlancar proses pembelajaran untuk mempercepat  ketercapaian tujuan pembelajaran, maka harus diperlukan beberapa <em>tips and trick</em> tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Tips and trick</span></em><span style="text-decoration:underline;"> penyusunan jadual pelajaran adalah penyusun jadual pelajaran harus: </span></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>memperhatikan persyaratan tertentu dalam penyusunan jadual pelajaran,</li>
<li>memahami langkah-langkah penyusunan jadual, serta</li>
<li>memilih alat bantu atau perangkat lunak/<em>software</em> yang tepat.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan jadual pelajaran</span><span style="text-decoration:underline;">:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tips and trick</em> pertama dalam penyusunan jadual pelajaran adalah memperhatikan persyaratan tertentu dalam penyusunan jadual pelajaran. Menurut Ahmadi (1978:73-74) penyusunan jadual pelajaran harus memperhatikan enam hal, yaitu:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>adanya selingan antara mata pelajaran satu dengan lainnya agar tidak menjemukan (untuk memenuhi persyaratan ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu pemberian jeda waktu tiap ganti pelajaran atau pindah ruang setiap ganti pelajaran (<em>moving class</em>).</li>
<li>pelajaran jangan terlalu lama (kelas I dan II SD 30 menit/jam pelajaran, kelas III-IV SD 40 menit/jam pelajaran, dan sekolah lanjutan 45 menit/jam pelajaran)</li>
<li>masing-masing pelajaran dicarikan waktu yang tepat (mata pelajaran yang membutuhkan daya pikir dan tenaga seperti MIPA dan penjasorkes dijadualkan pada jam permulaan)</li>
<li>harus disediakan waktu istirahat agar siswa tidak telalu lelah,</li>
<li>jangan sampai kegiatan di suatu kelas mengganggu kegiatan kelas sebelahnya, dan</li>
<li>untuk kelas-kelas yang siswanya sedikit dapat digabung untuk melakukan kegiatan yang sama.<strong> </strong></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Langkah-Langkah Penyusunan Jadual Pelajaran:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tips and trick</em> kedua dalam penyusunan jadual pelajaran adalah memahami langkah-langkah penyusunan jadual pelajaran.  Kegiatan penyusunan jadual pelajaran akan terasa mudah dan cepat apabila mengikuti langkah-langkah sistematik penyusunan jadual pelajaran. Langkah-langkah penyusunan jadual pelajaran dalam manajemen kurikulum adalah sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>penyusunan struktur program kurikulum masing-masing mata pelajaran ( jenis mata pelajaran yang diajarkan dan jumlah jam perminggu masing-masing mapel tiap jenjang kelas),</li>
<li>penyusunan pembagian tugas jam mengajar guru (berisi nama guru, jenis mata pelajaran yang diajarkan, jumlah jam masing-masing mapel, dan kelas yang diajar)</li>
<li>penentuan hari-hari atau jam-jam kosong masing-masing mata pelajaran dan guru (misalnya; pelajaran Penjasorkes hanya jam ke 1 s.d 4, hari untuk kegiatan MGMP, pembinaan, dan kegiatan sekolah lainnya),</li>
<li>penentuan jumlah jam pelajaran sekolah tiap hari atau tiap minggu (misalnya senin s.d kamis: 8 jam pelajaran, jumat dan sabtu: 6 jam pelajaran; jadi jumlah jam pelajaran sekolah  perminggu adalah 44 jam pelajaran),</li>
<li>penentuan jumlah ruang mapel (khusus sekolah yang menyelenggarakan <em>moving class</em>), jumlah ruang mapel adalah pembulatan ke atas (<strong>harus</strong>!) dari rasio jumlah jam pelajaran tiap mapel total dengan jumlah jam pelajaran sekolah perminggu.</li>
<li>penentuan jumlah jam pelajaran tiap ruang mapel perminggu. Untuk menentukan jumlah jam pelajaran dalam ruang tertentu harus merata, yaitu tidak boleh melebihi jumlah jam mapel total perminggu dibagi jumlah ruang mapel,</li>
<li>mendistribusikan jam-jam guru mata pelajaran pada kelas, jam, dan hari-hari yang telah direncanakan,</li>
<li>mempublikasikan jadual pelajaran kepada guru, siswa, dan komponen lain yang memerlukannya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Pemilihan alat Bantu/software dalam penyusunan jadual pelajaran :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tips and trick</em> ketiga dalam penyusunan jadual pelajaran adalah memilih alat Bantu/software yang tepat. Banyak cara yang digunakan untuk mempermudah penyusunan jadual yaitu dengan mengunakan cara manual dengan sistem kartu, menggunakan <em>format condition</em> pada program aplikasi <em>Microsoft excel</em>, atau yang terbaru dengan software <em>ASc Timetables</em>. Cara manual dengan system kartu dilakukan dengan membuat kartu yang berwarna-warni yang masing-masing diisi nama guru dan mapel yang diajarkan. Satu kartu menyatakan satu kali tatap muka/pertemuan (2 jp atau 1 jp), tiap warna kartu menyatakan pengajar/guru tertentu, dengan cara ini dimungkinkan akan mempermudah menempatkan jam-jam tatap muka guru mapel tertentu sehingga tidak terjadi tumbukan jadual atau ketidaksesuaian jumlah jam mengajar tiap guru. Cara system kartu ini memiliki banyak kelemahan, di antaranya tidak praktis (karena harus membuat kartu yang bermacam-macam), memerlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi (karena disusun secara manual), memerlukan waktu yang lama, dan untuk mencetak harus dilakukan pengetikan ulang lebih dahulu. Cara menyusun jadual pelajaran kedua adalah cara <em>format condition</em> pada program aplikasi <em>Microsoft excel.  </em>Cara tersebut sebenarnya mempunyai tujuan yang sama dengan cara yang pertama, di mana apabila terdapat data yang sama dalam satu baris (<em>row</em>) atau kolom (<em>column</em>) akan mengakibatkan timbulnya warna tertentu atau bunyi tertentu (sesuai <em>setting format condition</em>-nya) sehingga tumbukan jam mengajar guru yang sama dapat diketahui dan dihindari. Cara <em>format condition<strong> </strong></em> masih banyak memiliki kelemahan di antaranya memerlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi (karena distribusi jam masih disusun secara manual), memerlukan waktu yang lama, akan tetapi kelebihan dari cara ini adalah bisa langsung dicetak tanpa pengetikan ulang.  Cara yang ketiga adalah dengan menggunakan <em>ASc Timetables 2008.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Cara ini mempunyai konsep dasar yang sama dengan cara yang pertama (system kartu) yaitu dilakukan dengan 3 tahap:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>tahap inventarisasi, yaitu  menginventarisasi jumlah jam masing-masing mapel tiap kelas perminggu (diketahui dari struktur program kurikulum), jumlah jam dan mapel yang diajarkan tiap guru pada suatu kelas (dapat dilihat dari pembagian tugas mengajar), jumlah jam pelajaran maksimum tiap ruang mapel.</li>
<li>tahap entry data, yaitu tahap memasukan data guru (nama, kode, warna, mengajar jenis mapel dan kelas serta jumlah tatap muka, hari/jam kosong), data mapel (nama mapel, kode, jam-jam kosong), data kelas (nama kelas, kode, kelompok siswa), dan data ruang (nama ruang, kode, hari/jam kosong). Pada tahap ini sebenarnya sama dengan pembuatan kartu pada cara pertama, tetapi semua dilakukan secara <em>computerized.</em></li>
<li>Distribusi jam, yaitu mendistribusikan kartu-kartu tatap muka perguru permapel yang mempunyai kondisi persyaratan tertentu. Pendistribusian kartu dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu otomatis (generate) dan manual. Pada cara otomatis, setelah data sudah ter-entry semua (semua kartu sudah dibuat) dapat diditribusaikan secara otomatis sehingga penyusun jadual tidak perlu berfikir untuk mendistribusikan kartu-kartu yang tersedia. Pada umumya apabila tingkat kesulitan tinggi (misalnya jadual pada <em>moving class</em>) generate berlangsung lama bahkan lebih dari 24 jam. Sedangkan cara manual, pendistribusian kartu dilakukan secara manual, dengan cara ini penyusun jadual harus berfikir keras untuk mendistribusikannya. Untuk mempercepat waktu pendistribusian kartu, sebaiknya dilakukan dengan cara kombinasi yaitu otomatis dulu sampai 60-70% kemudian sisa kartu yang belum terdistribusi diatur secara manual.          Berdasarkan uraian tiga cara pemilihan alat Bantu/software penyusunan jadual pelajaran di atas, maka cara yang paling paling praktis adalah cara ketiga yaitu dengan menggunakan alat Bantu/software <em>ASc Timetables 2008.</em> Berikut ini diuraikan langkah-langkah bagaimana menyusun jadual pelajaran dengan <em>ASc Timetables 2008</em> mulai dari instalasi, entry-data, pendistribusian kartu, ekspor data, dan penyajian jadual pelajaran yang sudah jadi</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;" align="center"><strong>REFERENSI DARI :<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://infopendidikan189.blogspot.com/2010/06/perencanaan-pengajaran-fungsi-peranan.html">http://infopendidikan189.blogspot.com/2010/06/perencanaan-pengajaran-fungsi-peranan.html</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.psb-psma.org/content/blog/tips-dan-trik-menyusun-jadwal-pelajaran">http://www.psb-psma.org/content/blog/tips-dan-trik-menyusun-jadwal-pelajaran</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://pengertian-program-tahunan.html/">http://pengertian-program-tahunan.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Observasi di SMK NEGERI 2 SUKOHARJO<cite></cite></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=281&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/04/29/281/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peleburan Baja Dengan Metode Basic Oxygen Furnace</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/30/275/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/30/275/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 09:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[baja]]></category>
		<category><![CDATA[keuntungan proses peleburan dengan BOF]]></category>
		<category><![CDATA[peleburan baja dengan metode BOF (Basic Oxygen Furnace)]]></category>
		<category><![CDATA[proses peleburan baja]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah baja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Proses Peleburan Baja Proses peleburan baja dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (pig iron) atau berupa besi spons (sponge iron). Disamping itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan – bahan penambah seperti ingot ferosilikon, feromangan dan batu kapur. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=275&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Proses Peleburan Baj</strong><strong>a</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Proses peleburan baja dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (<em>pig</em><em> iron</em>) atau berupa besi spons (<em>sponge</em><em> iron</em>). Disamping itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan – bahan penambah seperti <em>ingot</em><em> ferosilikon</em>, <em>feromangan</em> dan batu kapur. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) dan pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF). Tanpa memperhatikan tungku atau proses yang diterapkan, proses peleburan baja pada umumnya mempunyai tiga tujuan utama, yaitu :</p>
<p style="text-align:justify;">ü  mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas</p>
<p style="text-align:justify;">ü   mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas.</p>
<p style="text-align:justify;">ü   mengatur kadar karbon agar sesuai dengan tingkat grade/spesifikasi baja yang diinginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">ü   menambah elemen-elemen pemadu yang diinginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Proses Peleburan Baja Dengan BOF </span></strong><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Proses ini menempati 70% proses produksi baja di Amerika Serikat. Merupakan modifikasi dari proses Bessemer. Proses Bessemer menggunakan uap air panas ditiupkan pada besi kasar cair untuk membakar zat kotoran yang tersisa. Proses BOF memakai oksigen murni sebagai ganti uap air. Bejana BOF biasanya berdiameter dalam 5m mampu memproses 35 – 200 ton dalam satu pemanasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Peleburan Baja Dengan BOF<strong> </strong>ini juga termasuk proses yang paling baru dalam industri pembuatan baja. Konstruksi tungku BOF relative sederhana, bagian luarnya dibuat dari pelat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api (<em>firebrick</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Proses tanur oksigen basa ( Basix Oxygen Furnace, BOF) menggunakan besi kasar cair (65 – 85%) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas (skrap baja) sebanyak (15 – 35%), batu kapur dan gas oksigen (kemurnian 99,5%).<em> <em>Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Gagasan ini dicetuskan oleh Bessemer sekitar tahun 1800.</em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><em><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/tanur-oksigen-basa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-276" title="tanur-oksigen-basa" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/tanur-oksigen-basa.jpg?w=254&#038;h=300" alt="" width="254" height="300" /></a><br />
</em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Gambar sketsa sebuah tungku BOF.</span></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan  kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair. Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur – angsur turun sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 1650   C. Pada saat oksidasi berlangsung ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur dengan bahan – bahan impuritas (termasuk bahan – bahan yang  teroksidasi) membentuk terak yang terapung diatas baja cair. Bila proses oksidasi selesai maka aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat / dikeluarkan dari tungku. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia. Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping). Penuangan tersebut dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 1650   C. Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahan – lahan sehingga cairan baja akan tertuang masuk kedalam ladel. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment). Metal treatment tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen – elemen pemadu atau lainnya dengan maksud untuk memperbaiki kualitas baja cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah <strong><em>Baja karbon &amp; Baja paduan 0,1 % &lt; c &lt; 2,0 %</em></strong><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ke</strong><strong>lebihan proses</strong><strong> BOF</strong><strong> dibandingkan</strong><strong> proses</strong><strong> pembuatan</strong><strong> baja</strong><strong> lainnya</strong><strong> :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">-          Dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Tidak  perlu  tuyer dibagian bawah..</p>
<p style="text-align:justify;">-          Phosphor  dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Biaya operasi murah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=275&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/30/275/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/tanur-oksigen-basa.jpg?w=254" medium="image">
			<media:title type="html">tanur-oksigen-basa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai Aku Menjadi Guru</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/29/270/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/29/270/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 09:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[andai aku menjadi guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[ANDAI AKU MENJADI GURU Guru adalah suatu profesi yang dahulu dianggap orang remeh dan hanya dilirik oleh segelintir orang karena identik dengan orang miskin akan tetapi sekarang guru menjadi suatu profesi yang sangat diincar banyak orang. Mengapa demikian? Ya, seperti yang banyak diketahui bahwasanya sekarang gaji guru sudah lumayan besar dengan adanya tunjangan sertifikasi. Sertifikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=270&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>ANDAI AKU MENJADI GURU</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Guru adalah suatu profesi yang dahulu dianggap orang remeh dan hanya dilirik oleh segelintir orang karena identik dengan orang miskin akan tetapi sekarang guru menjadi suatu profesi yang sangat diincar banyak orang. Mengapa demikian? Ya, seperti yang banyak diketahui bahwasanya sekarang gaji guru sudah lumayan besar dengan adanya tunjangan sertifikasi. Sertifikasi merupakan predikat guru profesional yang diberikan kepada tenaga pendidik dan melipat gandakan gaji tenaga pendidik tersebut menjadi dua kali lipat. Pemerintah sendiri berharap dengan adanya tunjangan sertifikasi bisa memacu guru – guru di Indonesia agar lebih berkompeten di bidangnya. Dan cakupan luasnya jika guru di Indonesia lebih berkualitas / berkompenten dibidangnya maka untuk kedepannya pendidikan kita bisa bersaing di tingkat internasional. Syarat mendapatkan sertifikasi tidaklah mudah yaitu harus mengumpulkan portofolio (sertifikat seminar, piagam penghargaan, sertifikat diklat, dll) dan setiap isi portofolio itu ada bobot sendiri dalam penilaiannya. Apabila tidak lulus portofolio maka akan didiklat melalui PLPG selama 1 minggu. Tetapi sampai saat ini kondisi itu malah berbalik, dalam artian banyak guru yang sudah mendapatkan tunjangan setifikasi tetapi guru tersebut tidak profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Itu disebabkan karena dalam isi portofolio tersebut banyak terjadi manipulasi, seperti mereka memperoleh sertifikat – sertifikat yang jumlahnya ratusan, tetapi kompetensi dari serifikat itu tidak mereka dapatkan sehingga ketika tenaga pendidik akan mengimplementasikan itu kedalam proses belajar mengajar mereka akan kesulitan. Inilah yang menjadikan cerminan bahwasanya sertifikasi guru di Indonesia masih kurang efektif dengan salah satu alasan seperti disebut di atas. Saya sebagai calon guru yang sudah dididik untuk dipersiapkan sebagai guru sangat prihatin melihat kejadian seperti saat ini dan saya tidak akan melakukan kecurangan hanya dapat memperoleh predikat guru profesional.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika saya memang digariskan untuk berprofesi menjadi guru saya akan menjalankan profesi tersebut dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan generasi muda kedepannya. Saya menganggap menjadi guru bukanlah jabatan belaka tetapi adalah sebuah amanah. Dan amanah apabila tidak dijalankan dengan maksimal maka akan berdosa. Tidak hanya sekadar mengajar untuk menuntaskan kompetensi tetapi juga mananamkan karakter kepada siswa agar siswa yang tadinya kurang baik menjadi baik dan dapat berprestasi demikian juga dengan moralnya. Tapi itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama, maka dari itu yang dituntut disini adalah kesabaran dan keuletan tinggi dalam melaksanakannya. Mengapa saya menginginkan demikian karena saya ingin turut menyukseskan cita – cita pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan pendidikan berkarakter.<span id="more-270"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu saya juga akan mengajar dengan metode aplikatif (tidak hanya di awang – awang), karena pembelajaran seperti itu akan membuat peserta didik lebih mudah memahami apa yang disampaikan guru. Saya juga akan membuat terobosan – terobosan baru dalam mengajar dan mengupdate ilmu yang saya ajarkan. Hal ini dilakukan karena jika mengajar dengan ilmu yang masih lama dan tidak diupdate maka akan ketinggalan jaman, terlebih ilmu sekarang sangat cepat berkembang daripada dahulu. Saya sebagai guru rela mengeluarkan uang tidak sedikit untuk mengupdate ilmu yang saya punyai demi kemajuan saya dan murid saya karena untuk sesuatu hal yang baik pastilah harus ada pengorbanan yang lebih. Selanjutnya saya juga mempunyai gagasan untuk membuat siswa lebih jeli memaknai keadaan dan lebih terampil. Karena di dalam dunia pekerjaan terutama lulusan SMK diminta lebih terampil dari yang lain. Caranya yaitu menghidupkan lagi diskusi – diskusi antara pelajar, karena dari diskusi itu sering muncul ide – ide kreatif yang bisa diwujudkan jika kita berani mencobanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, saya sebagai guru haruslah ramah dan tidak bersifat eksklusif bagi siswa dan orang pada umumnya karena guru yang disegani adalah guru yang bisa berbaur dengan situasi yang ada. Selain itu tingkah laku saya juga harus dijaga, karena guru di dalam istilah Jawa adalah digugu dan ditiru. Jadi segala tingkah laku kita selalu diamati oleh orang – orang yang ada disekitar kita dan akan menjadi panutan bagi mereka. Selanjutnya saya juga akan benar – benar menjadi orang tua kedua bagi murid saya. Jadi sebagai guru saya juga harus bisa menjadi teman sharing bagi siswa saya karena inilah metode pendekatan guru kepada siswa sehingga siswa lebih “in” dalam menerima pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Di lingkup non formal, saya ingin membuat sekolah yang khusus untuk anak – anak jalanan atau tidak mampu. Sekolah tersebut tidak seperti sekolah pada umumnya yaitu berpusat pada akademis tetapi lebih mengedepankan moral dan ketrampilan. Mengapa demikian, karena jika mempunyai ketrampilan yang lebih mereka akan bisa membuat pekerjaan sendiri dengan ketrampilan yang mereka miliki dan tidak akan nganggur atau menjadi gelandangan lagi. Dan cakupan luasnya adalah mereka dapat bekerja dengan ketrampilan yang mereka miliki dan memiliki moral yang bagus. Hal ini yang menjadi point utama karena kebanyakan sekarang orang – orang yang sekolah tinggi tetapi tidak memiliki moral sehingga dalam bekerja orang tersebut melakukan hal yang tidak semestinya mereka lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang dituliskan diatas adalah cita – cita saya sebagai calon guru. Dan sekarang saya masih mahasiswa semester IV dan mungkin akan mulai dirintis 4 – 5 tahun lagi. Ini saya tuliskan berdasarkan keprihatinan saya terhadap pendidikan di Indonesia saat ini dan semoga apa yang akan saya lakukan dapat merubah sebagian kecil dari pendidikan Indonesia dan jangka panjangnya akan memperbaiki pendidikan di Indonesia baik pendidikan formal maupun informal.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=270&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/29/270/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konstruksi Bambu</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/25/konstruksi-bambu/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/25/konstruksi-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 09:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[gazebo bambu]]></category>
		<category><![CDATA[jenis - jenis bambu]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi bambu]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam atap]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam bambu]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam dinding]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam lantai]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam sambungan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah bambu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[KONSTRUKSI RUMAH BAMBU Mengapa kita perlu memikirkan konstruksi yang biasa menggunakan kayu beralih ke bambu ? Krisis Global yang berkepanjangan memang meresahkan masyarakat di seluruh dunia. Harga &#8211; harga kebutuhan pokok terus meningkat seiring perubahan ketidakstabilan nilai rupiah di pasar dunia. Tidak terkecuali harga bahan bangunan yang tentunya menyebabkan harga pembangunan sebuah gedung ikut meningkat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=245&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">KONSTRUKSI RUMAH BAMBU</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa kita perlu memikirkan konstruksi yang biasa menggunakan kayu beralih ke bambu ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Krisis Global yang berkepanjangan memang meresahkan masyarakat di seluruh dunia. Harga &#8211; harga kebutuhan pokok terus meningkat seiring perubahan ketidakstabilan nilai rupiah di pasar dunia. Tidak terkecuali harga bahan bangunan yang tentunya menyebabkan harga pembangunan sebuah gedung ikut meningkat pula. Kalau dulu, membangun rumah dengan kisaran harga 1 juta rupiah per meter persegi masih dapat dilakukan. Sedangkan sekarang, paling tidak untuk membangun rumah tinggal dengan standar mutu yang bagus dan representatif kisarannya bisa mencapai angka 2.5 &#8211; 3 juta rupiah per meter perseginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, kita sebaiknya perlu mencari cara yang pas agar kita dapat menekan ongkos konstruksi rumah tinggal yang akan kita bangun. Kita perlu mencari cara dan kreasi yang lebih unik agar hemat namun tetap terlihat sedap dipandang mata. Caranya adalah dengan pengguanaan material yang tepat guna, hemat, dan terjangkau. Misalnya dengan menggunakan dinding batako yang lebih murah daripada batu bata. Lalu dengan cara merancang dinding yang bervariasi dalam artian tidak semua dinding diplester dengan acian semen halus dan cat, tapi ada variasi dan komposisi dinding yang mana yang memang merupakan ekspose kasar dan yang mana yang halus. Dan dengan cara penggunaan atap gelombang non-asbestos atau fiber semen yang tentu saja jauh lebih murah dan ramah lingkungan ketimbang genteng beton ataupun genteng keramik.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, ada cara yang lebih mudah lagi. Dengan melihat potensi Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan sumber daya alam. Kita seharusnya dapat cukup jeli melihat potensi sumber daya alam kita yang beraneka ragam ini. Sumber daya alam kita, khususnya yang merupakan material bangunan yang paling banyak ditemui adalah kayu. Akan tetapi, karena kayu harganya begitu mahal di pasaran, kayu menjadi material yang terasa cukup mewah khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin membangun rumah tinggal. Selain itu, isu lingkungan seperti penebangan hutan secara liar membuat kita cenderung untuk prihatin terhadap sumber daya alam kita yang semakin menipis ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain kayu, sebenarnya bahan lain yang sering ditemui dan tumbuh dengan mudah di Indonesia adalah bambu. Bambu dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang di alam Negara kita ini. Harganya pun murah dan terjangkau bagi siapa saja. Namun, memang benar belum banyak orang yang melirik potensinya sebagai material alternatif yang dapat kita gunakan sebagai elemen dekorasi rumah kita. Selain itu, pengetahuan kebanyakan masyarakat kita terbatas tentang bambu pun agaknya cukup terbatas. Kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa bambu hanya sebagai penghias rumah makan ataupun saung yang berada di desa-desa. Padahal, kekuatan bambu yang misalnya digunakan sebagai struktur utama memiliki kekuatan yang tidak kalah jauh kalau dibandingkan dengan kayu. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu bambu kekuatannya lebih lentur daripada kayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti  memiliki  banyak  keunggulan. Seratnya yang liat dan  elastis  sangat  baik dalam menahan beban (baik beban  tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB  mengungkapkan fakta bahwa  kuat tekan bambu (yang  berkualitas)  sama  dengan kayu, bahkan  kuat tariknya  lebih baik daripada  kayu. Bahkan,  dengan kekuatan seperti  ini, jenis bambu tertentu bisa  menggantikan baja sebagai tulangan beton.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah waktunya Indonesia mempunyai standar bambu yang berlaku secara nasional dengan merujuk pada  standar bambu internasional yang sudah ada  seperti, ISO  22156 (2004) dan ISO 22157-1: 2004 (E) yang disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di Indonesia. Langkah awal untuk maksud ini sudah dimulai dari di Puslitbang Permukiman dengan menghadirkan para ahli/peneliti bambu dari UGM, ITB, IPB, LIPI, PROSEA dan Puslitbang Permukiman yang hasilnya dapat dipakai sebagai informasi awal untuk langkah-langkah selanjutnya dalam merealisasikan standar  bambu. Dengan tersedianya  standar bambu untuk bangunan diharapkan produk  yang  menggunakan bambu  dapat  lebih berkualitas, lebih lama  umur pakainya, seragam dalam penggunaannya, dapat meningkatkan nilai tambah bambu sehingga dapat menggantikan peran kayu di masa mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>TUJUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meminimalisir penggunaan kayu dengan menggantinya dengan bambu, sehingga penggunaan kayu dan bambu seimbang karena jumlah kayu di Indonesia semakin berkurang karena penebangan yang terus – menerus.<span id="more-245"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">JENIS BAMBU DI INDONESIA :</span></strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="36" valign="top">No.<strong> </strong></td>
<td width="272" valign="top">Nama botani<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Nama   lokal</td>
<td width="154" valign="top">Daerah ditemukan</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>1.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Arundinaria japonica</em> Sieb &amp; Zuc ex Stend.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>2.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa arundinacea</em> (Retz.) Wild.</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Pring ori<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa,   Sulawesi</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>3.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa atra</em> Lindl.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Loleba</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Maluku</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>4.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa balcooa</em> Roxb.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa<strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>5.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa blumeana</em> Bl. ex Schul. f.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu duri</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Sulawesi, Nusa</p>
<p>Tenggara</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>6.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa glaucescens</em> (Wild) Sieb ex Munro<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu pagar, cendani            <strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>7.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa horsfieldii</em> Munro.</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu embong</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>8.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa polymorpha</em> Munro.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>9.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa tulda</em> Munro.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>10.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Bambusa vulgaris</em> Schard.</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Awi ampel, haur</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Sumatera,</p>
<p>Kalimantan, Maluku</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>11.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Dendrocalamus asper</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu petung</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Bali, Sumatera,</p>
<p>Kalimantan, Sulawesi</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>12.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Dendrocalamus giganteus</em> Munro.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu sembilang</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>13.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Dendrocalamus strictur</em> (Roxb) Ness.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu batu</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>14.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Dinochloa scandens</em> O.K.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu cangkoreh,</p>
<p>Kadalan</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>15.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa apus</em> Kurz.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu apus, tali</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>16.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa atroviolacea</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu hitam, wulung</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>17.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa atter</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu ater, jawa benel,</p>
<p>buluh</td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>18.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa achmadii</em> Widjaja.</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh apus</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>19.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa hasskarliana</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu lengka tali</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Bali, Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>20.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa levis</em> (Blanco) Merr.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh suluk</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Kalimantan</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>21.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa manggong</em> Widjaja.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu manggong</td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>22.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa nigrocillata</em> Kurz<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu lengka, terung</p>
<p>terasi</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>23.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa pruriens</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh rengen</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>24.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa psedoarundinaceae</em><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu andong,</p>
<p>gambang surat</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>25.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa ridleyi</em> Holtum.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Tiyang kaas</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bali</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>26.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa robusta</em> Kurz.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu mayan, temen</p>
<p>serit</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Bali, Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>27.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Gigantochloa waryi</em> Gamble<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh dabo</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>28.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Melocanna bacifera</em> (Roxb) Kurz.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>29.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Nastus elegantissimus</em> (Hassk) Holt.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu eul-eul</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>30.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Phyllostachys aurea</em> A&amp;Ch. Riviera<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">bambu uncea</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>31.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum blunei</em> Ness.</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu wuluh, tamiang<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, NTT, NTB, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi   Maluku.</td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>32.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum brachycladum</em> Kuez.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh nehe, awi buluh,</p>
<p>ute wanat, tomula</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Sumatera,</p>
<p>Sulawesi, Maluku</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>33.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum candatum</em> Backer ex Heyne<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Buluh bungkok<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>34.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum lima</em> (Blanco) Merr.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu toi<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Sulawesi, Maluku, Irian</p>
<p>Jaya</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>35.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum longispiculata</em> Kurz.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu jalur</p>
<p><strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Sumatera,</p>
<p>Kalimantan</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>36.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Schizotachyum zollingeri</em> Stend.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Bambu jala, cakeutreuk<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa, Sumatera</p>
<p><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="36" valign="top"><strong>37.</strong></td>
<td width="272" valign="top"><em>Thryrsostachys siamensis</em> Gamble.<strong> </strong></td>
<td width="154" valign="top"><strong>-</strong></td>
<td width="154" valign="top">Jawa</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Kelebihan dan Kekurangan Bambu :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kelebihan bambu sebagai bahan material :</p>
<p style="text-align:justify;">-          Mudah digunakan dan murah.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Cara penyambungan cukup dengan paku dan ijuk yang kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Material yang sangat lentur dan dapat dengan mudah kita bentuk sesuai dengan keinginan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekurangan bambu sebagai bahan material :</p>
<p style="text-align:justify;">-          Memiliki nilai keawetan yang cukup terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Kanji / serbuk bambu biasanya sangat digemari rayap.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Mutu bambu biasanya dipengaruhi oleh masa potong bambu (pemanenan), perawatan dan pengeringan bambu, dan pengawetan bambu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pemakaian Material Bambu Untuk Pembuatan Gazebo</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Dalam modul ini saya akan memaparkan tentang pembuatan GAZEBO yang akan saya rencanakan terbuat dari 97 % bambu dan 3 %  bahan selain bambu. Bambu yang akan saya gunakan seluruhnya terbuat dari 3 jenis bambu, yakni bambu petung / betung, bambu andong, dan bambu tali / apus. Ketiga jenis ini digunakan untuk keperluan berbeda. Untuk kolom utama, menggunakan jenis bambu betung / petung berdiameter 16 cm, untuk kuda-kuda menggunakan jenis bambu andong berdiameter 10 – 12 cm.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Pada konstruksi gazebo ini kami menggunakan 2 macam sambungan :</span></p>
<p style="text-align:justify;">a)      menggunakan baut 12 mm.</p>
<p style="text-align:justify;">b)      menggunakan ijuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa kami menggunakan dua macam sambungan. Karena jika menggunakan satu macam sambungan akan memiliki kekurangan yang banyak, sehingga untuk menutupinya digunakan dua macam sambungan agar lebih sempurna dan meminimalisir kekurangan dari sambungan pertama ataupun kedua.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk sambungan baut :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-246" title="4" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/8.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-247" title="8" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/8.jpg?w=300&#038;h=215" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">a)         Ditinjau dari segi fleksibelnya sambungan dengan baut terlihat rapi dan bersih sehingga konstruksi  bambu  terlihat lebih bagus.</p>
<p style="text-align:justify;">b)         Menciptakan konstruksi yang tidak kaku sehingga tahan terhadap gempa (karena konstruksi akan bergerak mengikuti  arah getar gempa).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Untuk sambungan tali ijuk :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-248" title="images" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg" alt="" width="238" height="180" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/ikatan-bambu.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-249" title="ikatan-bambu" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/ikatan-bambu.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">a)         Ditinjau dari segi arsiteknya sambungan dengan menggunakan ijuk akan terlihat  lebih indah dan  natural sehingga memberikan efek tenang.</p>
<p style="text-align:justify;">b)         Ikatan ijuk bagus dalam menahan beban ke samping.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">LANTAI BAMBU :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="lntai 2" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-2.jpg" alt="" width="200" height="133" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-251 alignright" title="lntai 3" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-3.jpg?w=180&#038;h=127" alt="" width="180" height="127" /></a></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-3.jpg"></a></span><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-4.jpg"><img class="size-full wp-image-252 aligncenter" title="lntai 4" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-4.jpg" alt="" width="220" height="98" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-3.jpg"></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-4.jpg"><span style="text-decoration:underline;"> </span></a><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila ingin menggunakan lantai dari bambu, maka permukaan lantainya harus ditinggikan (minimal 40-50 cm dari tanah) oleh sebab itu biasanya bangunan seperti ini berupa konstruksi panggung.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">DINDING BAMBU :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-253" title="dinding 2" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding-2.jpg?w=223&#038;h=225" alt="" width="223" height="225" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding.jpg"><img class="size-medium wp-image-254 alignright" title="Bamboo" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding.jpg?w=220&#038;h=225" alt="" width="220" height="225" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-255" title="dinding3" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding3.jpg?w=215&#038;h=218" alt="" width="215" height="218" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya untuk penggunaan dinding bambu menggunakan anyaman bambu yang sudah dibelah – belah namun ada juga yang menggunakan bambu utuh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">ATAP :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-ijuk.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-256" title="atap ijuk" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-ijuk.jpg?w=210&#038;h=225" alt="" width="210" height="225" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-jerami.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-257" title="atap jerami" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-jerami.jpg?w=230&#038;h=224" alt="" width="230" height="224" /></a><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-nipah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-258" title="atap nipah" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-nipah.jpg" alt="" width="202" height="225" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk rumah bambu kebanyakan besar menggunakan atap dari ijuk, daun kelapa/lontar/nipah, dan jerami karena bahan tersebut murah dan mudah dalam pengerjaannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">RENCANA GASEBO YANG AKAN DIKERJAKAN :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><br />
</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/bambu-gazebo-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-259" title="Bambu-Gazebo-2" src="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/bambu-gazebo-2.jpg?w=284&#038;h=300" alt="" width="284" height="300" /></a><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SIMPULAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rumah bambu tidak hanya identik dengan bangunan desa atau kuno. Namun dengan seiring berkembangnya zaman, rumah bambu dapat di modifikasi sedemikian rupa sehingga rumah bambu juga mendapat kesan minimalis, modern, dan natural. Walaupun rumah bambu dianggap bangunan tidak kokoh oleh masyarakat awam tetapi sebenarnya rumah bambu sangatlah kokoh karena dapat meredam gempa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SARAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">-          Untuk kedepannya diharapkan Indonesia mempunyai standar bambu yang berlaku secara nasional dengan merujuk pada  standar bambu internasional yang sudah ada  seperti, ISO  22156 (2004) dan ISO 22157-1: 2004 (E) yang disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">-          Dalam membuat konstruksi bangunan jangan hanya terpaku pada kayu atau bahan lain yang sifatnya terbatas tapi kita juga harus melirik bambu dikarenakan bambu juga tidak kalah mutunya dengan yang lain dan harganyapun cukup terjangkau.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=245&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/25/konstruksi-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/8.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/ikatan-bambu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikatan-bambu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lntai 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">lntai 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/lntai-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lntai 4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dinding 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bamboo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/dinding3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dinding3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-ijuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">atap ijuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-jerami.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">atap jerami</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/atap-nipah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">atap nipah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yogoz.files.wordpress.com/2011/03/bambu-gazebo-2.jpg?w=284" medium="image">
			<media:title type="html">Bambu-Gazebo-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teknologi Baja</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/02/teknologi-baja/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/02/teknologi-baja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 14:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[baja]]></category>
		<category><![CDATA[macam - macam baja]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi baja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[TEKNOLOGI BAJA Baja adalah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi. Ditemukan ketika dilakukan penempaan dan pemanasan yang menyebabkan tercampurnya besi dengan karbon pada proses pembakaran. Sering digunakan untuk bangunan monumental dan berukuran besar. Bentuk Baja : 1. Baja Pelat a) Baja berupa pelat, baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=239&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEKNOLOGI BAJA</strong><br />
Baja adalah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi.<br />
Ditemukan ketika dilakukan penempaan dan pemanasan yang menyebabkan tercampurnya besi dengan karbon pada proses pembakaran.<br />
Sering digunakan untuk bangunan monumental dan berukuran besar.<br />
Bentuk Baja :<br />
1.	Baja Pelat<br />
a)	Baja berupa pelat, baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara 3 mm s.d 60 mm.<br />
b)	Baja pelat lembaran lebar antara 150 mm s.d 4300 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.<br />
c)	Baja pelat setrip biasanya dengan lebar &lt;600 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.<br />
d)	Ada yang polos dan ada yang bermotif. Namun untuk konstruksi biasanya digunakan pelat polos. Sedangkan yang bermotif digunakan untuk lantai bis. Cabin kapal, dll.<br />
2.	Baja Profil<br />
Baja berupa batangan (lonjoran) dengan penampang berprofil dengan bentuk<br />
tertentu dengan panjang pada umumnya 6 meter (namun bisa juga dipesan di pabrik dengan panjang sampai 15 meter)<br />
3.	Baja Beton<br />
Baja yang digunakan untuk penulangan atau pembesian beton (untuk konstruksi beton). Pada umumnya berbentuk batangan atau lonjoran dengan berbagai macam ukuran (dari pabrik 12 meter)<br />
4.	Baja Siku<br />
Baja profil berbentuk siku sama kaki yang digunakan untuk penggunaan umum dengan ukuran lebar kaki mulai 20 mm sampai 200 mm.<br />
Kelebihan Baja Siku :<br />
-	Praktis,<br />
-	Mudah dalam pengerjaan,<br />
-	Dapat dibongkar pasang, dll.<br />
Penggunaan Baja Siku :<br />
-	Atap,<br />
-	Rak Lemari,<br />
-	Sandaran buku,dll<br />
Untuk macam – macam baja lainnya akan diteruskan dipostingan saya selanjutnya.hehehe&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=239&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/03/02/teknologi-baja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/22/227/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/22/227/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 08:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[TEORI –TEORI PERKEMBANGAN MANUSIA]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Dorongan]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Hedonisme]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Insting]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Kognitif]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Psikoanalitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[TEORI –TEORI PERKEMBANGAN MANUSIA A. Teori Kognitif Menurut Ratna Willis Dahar, konsep kognitif dapat di artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight, reasoning, menggunakan logika induktif dan deduktif. Dengan demikian menurut pandangan teori kognitif, manusia adalah makhluk rasional, demikianlah pandangan dasar para penganut teori ini. Berdasarkan rasionya manusia bebas memilih dan menentukan apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=227&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>TEORI –TEORI PERKEMBANGAN MANUSIA</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>A. </strong><strong>Teori Kognitif</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ratna Willis Dahar, konsep kognitif dapat di artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight, reasoning, menggunakan logika induktif dan deduktif. Dengan demikian menurut pandangan teori kognitif, manusia adalah makhluk rasional, demikianlah pandangan dasar para penganut teori ini. Berdasarkan rasionya manusia bebas memilih dan menentukan apa yang akan dia perbuat. Tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya. Semakin inteligen dan berpendidikan, otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya, dan secara sadar pula akan melakukan perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut teori ini,tingkah laku tidak di gerakan oleh apa yang disebut motivasi, melainkan oleh rasio. Setiap perbuatan yang akan dilakukannya sudah dipikirkan alasan-alasannya. Oleh karena itu setiap orang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Disini tidak dikenal perbuatan-perbuatan yang berbeda diluar control rasio.</p>
<p style="text-align:justify;">Pandangan di atas adalah pandangan para filsuf kuno seperti Sokrates, Plato, dan Thomas Aquinas. Bahkan pandangan ini pada masa yang silam hampir menjadi pandangan umum dikalangan masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Didalam teori ini juga juga diletakkan pentingnya fungsi kehendak. Bahkan fungsi kehendak disejajarkan dengan fungsi berpikir dan fungsi perasaan, sejauh fungsi berpikir dapat dipertanggungjawabkan. Teori ini tidak menyadari bahwa kadang-kadang tindakan manusia itu berada diluar control rasio, sehingga sukar mempertanggungjawabkannya. Disinilah justru letak kelemahan teori ini, yaitu tidak dapat menerangkan tindakan-tindakan yang berada diluar control rasio. Apakah tindakan-tindakan semacam ini tidak termasuk dalam tingkah laku manusia? Hal ini akan terjawab bila konsep motivasi mendapat tempat dibelakang setiap tingkah laku, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.<span id="more-227"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>B. </strong><strong>Teori Hedonisme</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teori ini mengatakan bahwa segala perbuatan manusia, entah itu disadari ataupun tidak disadari, entah itu timbul dari kekuatan luar ataupun kekuatan dalam, pada dasarnya mempunyai tujuan yang satu, yaitu mencari hal-hal yang menyakitkan. Meskipun orang dapat mengatakan berbagai macam alasan yang bagus, namun sebenarnya segala perbuatannya hanya mempunyai satu tujuan, yaitu mencari hal-hal yang menyenangka.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori ini sangat berpengaruh pada abad XVIII dan XIX. Para pendukung teori ini antara lain adalah John Locke. Teori ini mendapat banyak kritik dari para ahli psikologi, karena sangat menggantungkan diri pada pengalaman seseorang saja, sehingga sifatnya sangat subjektif. Sulit sekali dikatakan bahwa secara objektif tindakan seseorang itu selalu mencari hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan. Mungkin saja oleh seseorang suatu tindakan dipandang mencari keenakan tetapi oleh orang lain justru dipandang sebaliknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, teori ini dipandang kurang ilmiah karena hanya mendasarkan diri pada pengalaman subjektif manusia. Meskipun demikian diakui pula oleh umum bahwa memang banyak tindakan kita yang sangat sesuai dengan teori hedoistis ini. Oleh karena itu tidak mengherankan jika teori ini sampai saat ini pun masih mempunyai pengaruh yang besar di dalam masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun-tahun belakangan ini teori hedonistis diberi arti baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, Mc.Clelland member pengertian baru dalam teori hedonistis. Adapun pokok pikirannya adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Semua rangsang yang terdapat di lingkungan sekitar kita pada hakikatnya menimbulkan keadaan nikmat atau keadaan sakit. Rangsang yang menimbulkan keadaan nikmat /enak menyebabkan seseorang bereaksi mendekati rangsang itu. Sebaliknya rangsang yang menimbulkan keadaan tidak enak menyebabkan reaksi menjauh. Masalah rasa enak atau tidak enak yang di alami oleh seseorang itu banyak tergantung pada adaptasi seseorang dengan rangsang yang mendahuluinya. Sebagai contoh, orang tidak akan begitu merasa terganggu dengan suara mesin yang sangat membisingkan, bila suara itu sudah biasa didengar setiap hari. Tetapi bagi orang yang belum pernah mendengarkannya, suara itu akan dirasa sangat menyakitkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dikaitkan masalah motivasi, dapat dikatakan bahwa tindakan seseorang sangat tergantung pada antipasti /ekspektansi seseorang terhadap objek/rangsang yang dihadapinya. Antipasi yang positif terhadap rangsang akan menimbulkan reaksi mendekat, sedangkan antipasti negative terhadap suatu rangsang akan menimbulkan reaksi menjauh. Suatu objek/rangsang yang diduga akan membawa rasa nikmat/enak akan menimbulkan reaksi mendekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kata lain, menurut teori hedoistis yang diperbaharui ini reaksi seseorang/tingkah laku seseorang dapat dibedakan menjadi dua yaitu tingkah laku mendekati rangsang yang dirasa akan membawa keenakan dan tingkah laku menjauhi rangsang yang dirasa akan membawa rasa tidak enak. Unsur pokok motivasi adalah antipasti. Teori hedonistis ini menggunakan “affectivearousal model” yang intinya mengatakan bahwa setiap rangsang pada hakikatnya telah membawa keadaan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>C. </strong><strong>Teori Insting</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang telah membawa “kekuatan biologis” semenjak lahirnya. Kekuatan biologis inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertentu, demikianlah dasar pemikiran teori insting. Kekuatan instingtif inilah yang seolah-olah memaksa seseorang untuk berbuat dengan cara tertentu, untuk mengadakan pendekatan kepada rangsang dengan cara tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori ini berkembang pesat pada waktu Darwin mencetuskan teori evolusinya. Dalam teori evolusinya Darwin mengatakan bahwa antara manusia dan binatang tidak ada perbedaan yang tajam, karena pada hakikatnya manusia merupakan hasil evolusi seperti halnya binatang, lebih-lebih binatang tingkat tinggi. Tingkah laku binatang disebut tingkah laku instingtif, karena binatang tidak mempunyai pikiran. Segala tingkah lakunya didasarkan pada kekuatan biologis yang dibawa sejak lahir. Karena manusia tidak jauh berbeda dengan binatang,maka tingkah laku manusia pun bisa disebut berdasarkan instingtif.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori ini sangat bertentangan dengan teori rasionalis. Kalau teori rasionalis menekankan fungsi pikiran manusia sebagai penentu tingkah laku manusia, teori instinglah menyatakan bahwa pikiran manusia pun dikuasai oleh insting, atau dengan kata lain,pikiran manusia pun dikendalikan oleh insting.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya para ahli psikologi dapat menerima pendapata bahwa sebagian tingkah laku manusia memang ditentukan oleh instingnya, misalnya saja tingkah laku anak yang baru saja lahir. Pada waktu anak lahir, fungsi pikiran tentu saja belum berjalan,namun anak toh berbuat sesuatu. Tingkah laku anak pada waktu itulah yang dapat dikatakan tingkah laku instingtif.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>D. </strong><strong>Teori Psikoanalitis</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teori psikoanalitis merupakan pengembangan teori insting. Dalam teori ini pun diakui adanya kekuatan bawaan didalam diri setiap manusia, dan kekuatan bawaan inilah yang menyebabkan dan mengarahkan tingkah laku manusia.Anak merasa jengkel, ia akan menggigit tangannya sendiri atau memukul kepalanya sendiri. Bukti-bukti tersebut menunjukan bahwa baik insting kehidupan maupun insting kematian telah bekerja sejak anak masih kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkah laku-tingkah laku yang didorong oleh kedua insting dasar tadi seringkali tidak sesuai dengan norma-norma sopan santun yang terdapat dilingkungan masyarakat. Oleh karena itu tidak jarang para orang tua memberikan larangan-larangan dan batasan-batasan terhadap beberapa tingkah laku yang sekirannya bertentangan dengan norma sopan-santun yang berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai akibat dari batasan dan larangan terhadap kebebasan berbuat atas dorongan kedua insting tersebut terbentuklah apa yang disebut kompleks terdesak, yaitu kumpulan tingkah laku yang ditekan karena tidak pantas dimunculkan. Kompleks terdesak ini tidak dapat diam begitu saja, melainkan tetap mencari kesempatan ntuk dapat muncul menjadi tingkah laku overt. Kompleks yang terdesak ini menjadi motif-motif yang tidak sadar, itulah sebabnya seringkali orang sendiri tidak dapat mengerti, mengapa ia berbuat sesuatu tindakan. Dalam hal seperti inilah kiranya motif tidak sadar sedang bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Motif-motif tidak sadar dapat menampakkan diri dalam berbagai bentuk,misalnya dalam bentuk mimpi. Pada waktu bermimpi seringkali orang merindukan sesuatu yang sebenarnya sudah dilupakan,sudah tidak disadari lagi. Motif tidak sadar dapat juga muncul dalam bentuk salah ucap (slips of speech).</p>
<p style="text-align:justify;">Sesuatu yang kita tekan,yang tidak kita bicarakan dengan orang lain tetapi yang selalu mengganggu pikiran kita, suatu ketika dapat muncul dalam bentuk salah ucap atau salah bicara tanpa kita sadari. Kita baru sadar setelah hal itu terjadi. Ada juga beberapa symptom penyakit, terutama beberapa penyakit mental, yang kiranya disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan dalam diri seseorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Freud, seseorang tokoh psikoanalitis mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh kekuatan dasar yaitu:I nsting kehidupan dan insting kematian. Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual sedankan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku-tingkah laku agresif. Insting kehidupan (Eros) mendorong orang uantuk tetap hidup dan berkembang. Sedangkan insting kematian (Thanatos) mendorong orang ke arah penghancuran diri sendiri, misalnya dalam bentuk bunuh diri, maupun penghancuran diri orang lain dalam bentuk perbuatan-perbuatan agresif.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan dua kekuatan dasar itu Freud membagi motif manusia menjadi dua, yaitu motif seksual dan motif menyerang. Kedua motif ini menggerakkan tingkah laku manusia sejak lahir. Misalna saja anak kecil kalau diraga pada bagian yang sensitive akan merasa senang. Juga kalau tidak dipenuhi. Kebutuhan yang mendalam dan ditekan karena merasa tidak dapat memenuhinya dapat menimbulkan suatu penyakit mental.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada umumnya para ahli psikologi mengaku bahwa tidak semua tingkah laku manusia itu jelas motivasinya, namun belum berani mengatakan bahwa terdapt motif yang tidak disadari. Paling-paling mereka mengatakan bahwa tingkah laku manusia yang memang kurang disadari motivasinya. Oleh karena itu kritik terhadap teori psikoanalistis ini umumnya berkisar pada keraguan bahwa mimpi, salah ucap dan lain-lain tentu sebagai akibat dari motif yang tidak disadari.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>E. </strong><strong>Teori Keseimbangan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teori keseimbangan (Homeostatis) berpendapat bahwa tingkah laku manusia terjadi adanya ketidakseimbangan didalam diri manusia. Dengan kata lain, manusia selalu ingin mempertahankan adanya keseimbangan didalam dirinya. Sebagai contoh, orang yang lama berada dibawah terik matahari merasa panas,suhu tubuhnya naik sehingga terjadi keadaan tidak seimbang (disequilibrium) maka ia segera berjalan mencari tempat yang teduh agar suhu badan menjadi normal kembali, atau terjadi keadaan seimbang lagi. Demikian seterusnya dimana terjadi keadaan tidak seimbang didalam diri manusia, maka segeralah orang bertindak untuk mengembalikan keadaan sampai seimbang lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip keseimbangan pada binatang bersifat statis, sedangkan pada manusia bersifat dinamis. Bila seekor binatang merasa lapar, yang berarti terjadi disequilibrium didalam dirinya, maka binatang tersebut segera mencari makan dan makan sampai kenyang. Sedangkan pada manusia, soalnya menjadi lain. Bila manusia lapar ia segera mencari makan. Tetapi kalau ia makan sampai kenyang, ia akan mengalami disequilibrium baru yang lebih tinggi sifatnya, misalnya lalu ingin merokok atau ingin membaca dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan, dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pencapain tujuan yang dapat memenuhi/memuaskan kebutuhan itu. Begitu seterusnya, sehingga dapat terjadi suatu lingkaran motivasi(motivasi circle).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KEBUTUHAN    =&gt; </strong><strong> </strong><strong>TINGKAH LAKU    =&gt; </strong><strong> </strong><strong>TUJUAN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan didalam diri individu membuat individu yang bersangkutan melakukan sesuatu tindakan, tindakan itu mengarah pada suatu tujuan, tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Bila kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi, akan terjadilah keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi, keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya, sehingga manusia boleh dikatakan tidak pernah diam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebutuhan manusia secara umum dapat dibedakan menjadi dua. Yang pertama kebutuhan biologis, yang juga biasa disebut kebutuhan primer karena kebutuhan ini mutlak diperlukan agar manusia dapat hidup. Contoh kebutuhan primer ialah makan, minum, bernafas, istirahat. Yang kedua ialah kebutuhan psikologis atau sering juga disebut kebutuhan sekunder,yaitu kebutuhan yang bila dipenuhi akan menyebabkan orang menjadi lebih bahagia hidupnya. Contoh kebutuhan sekunder ialah: kasih saying, pujian, perasaan aman, kebebasan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Menutut A.H.Maslow, kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat berkembang dengan baik adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Kebutuhan biologis</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Kebutuhan akan rasa aman</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Kebutuhan akan cinta kasih dan rasa memiliki</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Kebutuhan akan penghargaan</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Kebutuhan untuk tahu</p>
<p style="text-align:justify;">6.      Kebutuhan akan keindahan</p>
<p style="text-align:justify;">7.      Kebutuhan akan kebebasan bertindak (aktualisasi diri)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>F. </strong><strong>Teori Dorongan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teori dorongan menekankan pada hal yang mendorong terjadinya tingkah laku. Bahkan sebenarnya teori keseimbangan dasarnya adalah teori dorongan ini, dan teori keseimbangan memperkuat kebenaran teori dorongan ini.Teori dorongan diperkenalkan oleh Robert Woodworth pada tahun 1918. Pada waktu itu Woodworth mengartikan dorongan sebagai suatu tenaga dari dalam diri kita yang menyebabkan kita berbuat sesuatu. Oleh karena itu kata motif juga diberi arti dorongan yang menimbulkan dan mengarahkan tingkah laku manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam arti tertentu dorongan disini mirip dengan insting, misalnya saja dorongan seksual, dorongan mencari makan karena lapar dan seterusnya. Dorongan-dorongan seperti ini sifatnya asli, tidak perlu dipelajari, instingtif. Perbedaan pokok antara dorongan dan insting sering kali memang tidak jelas, namun teori dorongan ini lebih didasari oleh eksperimen-eksperimen yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan. Timbulnya dorongan, bertambah kuatnya dorongan maupun berkurangnya kekuatan dorongan dapat diukur secara objektif. Misalnya saja makin kuat dorongan seseorang untuk makan dapat diketahui dari tekanan darahnya, kuatnya dorongan seksual, dapat diketahui dari jumlah hormone seksual yang beredar dalam darah dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Teori dorongan ini semakin banyak diakui setelah muncul teori homeostatis(teori keseimbangan), yang diajukan oleh ahli psikologi Walter B.Cannon pada tahun 1932. Dalam konsep pemikiran tersebut dikatakan bahwa seringkali terjadi ketidakseimbangan di dalam diri manusia. Dorongan adalah salah satu usaha (otomatis) untuk dapat mengembalikan keadaan seimbang. Teori dorongan ini pada umumnya diakui kebenarannya oleh para ahli psikologi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=227&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/22/227/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BETON</title>
		<link>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/16/beton/</link>
		<comments>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/16/beton/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 04:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknik Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[beton]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatasi kelemahan beton]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan beton]]></category>
		<category><![CDATA[keunggulan beton]]></category>
		<category><![CDATA[komposisi beton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yogoz.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[BETON Pasta adalah pencampuran antara semen dan air. Mortar adalah pencampuran dari semen, air dan pasir. Beton adalah pencampuran dari semen, air, pasir dan kerikil. Dalam pembuatan beton harus memenuhi komposisi berikut : Komposisi semen pada beton                         :7–15% Komposisi agregat (halus dan kasar)                :61–76% Komposisi agregat halus                                :30% Komposisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=185&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>BETON</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pasta adalah </strong>pencampuran antara semen dan air.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mortar adalah</strong> pencampuran dari semen, air dan pasir.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Beton adalah</strong> pencampuran dari semen, air, pasir dan kerikil.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Dalam pembuatan beton harus memenuhi komposisi berikut :</span></p>
<p style="text-align:justify;">Komposisi semen pada beton                         :7–15%</p>
<p style="text-align:justify;">Komposisi agregat (halus dan kasar)                :61–76%<br />
Komposisi agregat halus                                :30%</p>
<p style="text-align:justify;">Komposisi agregat kasar                                 :40%<br />
Komposisi udara                                           :5%</p>
<p style="text-align:justify;">Komposisi air                                               :15%</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keunggulan Beton:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.      Ketersediaan material dasar</p>
<p style="text-align:justify;">a)      Agregat dan air dipadatkan dari lokal.</p>
<p style="text-align:justify;">b)      Tidak demikian dengan baja, harus pabrikisasi dan import.</p>
<p style="text-align:justify;">c)      Ketersediaan kayu (masalah lingkungan).</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Kemudahan untuk digunakan</p>
<p style="text-align:justify;">a)      Pengangkutan mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">b)      Bisa dipakai untuk berbagai struktur.</p>
<p style="text-align:justify;">c)      Beton bertulang bisa dipakai untuk struktu berat.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Kemampuan beradaptasi</p>
<p style="text-align:justify;">a)      Bersifat monolit, tidak memerlukan sambungan seperti baja.</p>
<p style="text-align:justify;">b)      Dapat dicetak dengan ukuran dan bentuk berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">c)      Beton dapat diproduksi dengan berbagai cara yang disesuaikan situasi sekitar.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Pemeliharaan Minimal</p>
<p style="text-align:justify;">a)      Ketahanan beton cukup tinggi, lebih tahan karat tidak perlu dicat, tahan kebakaran.<span id="more-185"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelemahan Beton :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.      Berat sendiri yang besar 2400 kg.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Kekuatan tariknya rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Beton cenderung untuk retak.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Kualitas tergantung cara pelaksanaan di lapangan.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Struktur beton sulit untuk dipindahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara Mengatasi Kelemahan Beton :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.      Membuat Beton mutu tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Memakai beton bertulang.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Melakukan perawatan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Memakai beton pracetak.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Mempelajari Teknologi beton.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yogoz.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yogoz.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yogoz.wordpress.com&amp;blog=14500548&amp;post=185&amp;subd=yogoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yogoz.wordpress.com/2011/02/16/beton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/16182c21139d51fd0c0d2c4e69f0c5d3?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yogoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
