Yogo Prihatono

Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada

PEMADATAN TANAH

Pemadatan tanah adalah proses naiknya kerapatan tanah dengan memperkecil jarak antar partikel sehingga terjadi reduksi volume udara : tidak terjadi perubahan volume air yang cukup berarti pada tanah tersebut.
Tingkat pemadatan diukur dari berat volume kering yang dipadatkan. Bila air ditambahkan pada suatu tanah yang sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi sebagai unsur pembasah atau pelumas pada partikel – partikel tanah. Karena adanya air, partikel – partikel tersebut akan lebih mudah bergerak dan bergeseran satu sama lain dan membentuk kedudukan yang lebih rapat/padat. Untuk usaha pemadatan yang sama, berat volume kering dari tanah akan naik bila kadar air dalam tanah (pada saat dipadatkan) meningkat.
Kadar air yang ditingkatkan terus secara bertahap pada usaha pemadatan yang sama, maka berat dari jumlah bahan padat dalam tanah persatuan volume juga akan meningkat secara bertahap pula.
Adanya penambahan kadar air justru cenderung menurunkan berat volume kering dari tanah. Hal ini disebabkan karena air tersebut kemudian menempati ruang – ruang pori dalam tanah yang sebetulnya dapat ditempati oleh partikel – partikel padat dari tanah. Kadar air dimana berat volume kering maksimum tanah dicapai disebut kadar air maksimum.
Selain kadar air, faktor – faktor yang mempengaruhi pemadatan adalah jenis tanah dan usaha pemadatan.
Jenis tanah yang diwakili oleh distribusi ukuran butiran, bentuk butiran tanah, berat spesifik bagian padat tanah. Selain itu jumlah serta jenis mineral lempung yang ada pada tanah mempunyai pengaruh besar terhadap harga berat volume kering maksimum dan kadar air optimum dari tanah tersebut. Pada kadar air yang lebih rendah, adanya tegangan terik kapiler pada pori – pori tanah mencegah kecenderungan partikel tanah untuk bergerak dengan bebas untuk menjadi lebih padat. Kemudian tegangan kapiler tersebut akan berkurang dengan bertambahnya kadar air sehingga partikel – partikel menjadi mudah bergerak dan menjadi lebih padat.
Bila usaha pemadatan persatuan volume tanah berubah. Kurva pemadatan juga akan berubah. Tetapi harap dicatat bahwa tingkat kepadatan suatu tanah tidak langsung sebanding (proporsional) dengan usaha pemadatannya.

Januari 31, 2011 - Posted by | Teknik Sipil | , , ,

5 Komentar »

  1. sip artikelnya…d tunggu artikel selanjutnya gan…
    budayakan membaca n’ menulis…

    Komentar oleh noerhafidz | Februari 2, 2011 | Balas

  2. siiipppp, mhon kreksinya jg

    Komentar oleh yogoz | Februari 2, 2011 | Balas

  3. komentari gne q mbarang ya…..

    Komentar oleh noerhafidz | Februari 5, 2011 | Balas

  4. bagus artikel nya… tapi kurang terperinci pemadatan tanah yg bagus itu dari batuan jenis apa? terus mineral2 hasil pelapukan batuan itu yg bagaimana, dari hasil pelapukan batuan menjadi tanah?? thang…

    Komentar oleh andrie | Maret 17, 2011 | Balas

    • untuk pemadatan tanah yang dilakukan teknik sipil hanyalah sekadar menguji tanah pada suatu daerah dan hasil itu akan dimasukkan di lab kemudian baru dimasukkan dalam kategori apa. untuk masalah mineral dll kita harus melihat tanah yang kita uji dulu tidak bisa secara kasar. Jadi setelah kita mengetahui kondisi lapangan sebelum dan sesudah masuk lab, baru kita tahu apa yang cocok dimasukkan dalam lapangan trsbt.

      Komentar oleh yogoz | Maret 22, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: