Yogo Prihatono

Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada

Peleburan Baja Dengan Metode Basic Oxygen Furnace

Proses Peleburan Baja

Proses peleburan baja dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa besi kasar (pig iron) atau berupa besi spons (sponge iron). Disamping itu bahan baku lainnya yang biasanya digunakan adalah skrap baja dan bahan – bahan penambah seperti ingot ferosilikon, feromangan dan batu kapur. Proses peleburan dapat dilakukan pada tungku BOF (Basic Oxygen Furnace) dan pada tungku busur listrik (Electric Arc Furnace atau disingkat EAF). Tanpa memperhatikan tungku atau proses yang diterapkan, proses peleburan baja pada umumnya mempunyai tiga tujuan utama, yaitu :

ü  mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas

ü   mengurangi sebanyak mungkin bahan-bahan impuritas.

ü   mengatur kadar karbon agar sesuai dengan tingkat grade/spesifikasi baja yang diinginkan.

ü   menambah elemen-elemen pemadu yang diinginkan.

 

Proses Peleburan Baja Dengan BOF

Proses ini menempati 70% proses produksi baja di Amerika Serikat. Merupakan modifikasi dari proses Bessemer. Proses Bessemer menggunakan uap air panas ditiupkan pada besi kasar cair untuk membakar zat kotoran yang tersisa. Proses BOF memakai oksigen murni sebagai ganti uap air. Bejana BOF biasanya berdiameter dalam 5m mampu memproses 35 – 200 ton dalam satu pemanasan.

Peleburan Baja Dengan BOF ini juga termasuk proses yang paling baru dalam industri pembuatan baja. Konstruksi tungku BOF relative sederhana, bagian luarnya dibuat dari pelat baja sedangkan dinding bagian dalamnya dibuat dari bata tahan api (firebrick).

Proses tanur oksigen basa ( Basix Oxygen Furnace, BOF) menggunakan besi kasar cair (65 – 85%) yang dihasilkan oleh tanur tinggi sebagai bahan dasar utama dicampur dengan besi bekas (skrap baja) sebanyak (15 – 35%), batu kapur dan gas oksigen (kemurnian 99,5%). Panas ditimbulkan oleh reaksi dengan oksigen. Gagasan ini dicetuskan oleh Bessemer sekitar tahun 1800.


Gambar sketsa sebuah tungku BOF.

Besi bekas sebanyak ± 30% dimasukkan kedalam bejana yang dilapisi batu tahan api basa. Logam panas dituangkan kedalam bejana tersebut. Suatu pipa aliran oksigen yang didinginkan dengan air dimasukkan  kedalam bejana 1 sampai 3 m diatas permukaan logam cair. Gas oksigen akan mengikat karbon dari besi kasar berangsur – angsur turun sampai mencapai tingkat baja yang dibuat. Proses oksidasi berlangsung terjadi panas yang tinggi sehingga dapat menaikkan temperatur logam cair sampai diatas 1650 C. Pada saat oksidasi berlangsung ke dalam tungku ditambahkan batu kapur. Batu kapur tersebut kemudian mencair dan bercampur dengan bahan – bahan impuritas (termasuk bahan – bahan yang  teroksidasi) membentuk terak yang terapung diatas baja cair. Bila proses oksidasi selesai maka aliran oksigen dihentikan dan pipa pengalir oksigen diangkat / dikeluarkan dari tungku. Tungku BOF kemudian dimiringkan dan benda uji dari baja cair diambil untuk dilakukan analisa komposisi kimia. Bila komposisi kimia telah tercapai maka dilakukan penuangan (tapping). Penuangan tersebut dilakukan ketika temperature baja cair sekitar 1650 C. Penuangan dilakukan dengan memiringkan perlahan – lahan sehingga cairan baja akan tertuang masuk kedalam ladel. Di dalam ladel biasanya dilakukan skimming untuk membersihkan terak dari permukaan baja cair dan proses perlakuan logam cair (metal treatment). Metal treatment tersebut terdiri dari proses pengurangan impuritas dan penambahan elemen – elemen pemadu atau lainnya dengan maksud untuk memperbaiki kualitas baja cair sebelum dituang ke dalam cetakan. Jenis Baja yang dihasilkan oleh proses ini adalah Baja karbon & Baja paduan 0,1 % < c < 2,0 %

Kelebihan proses BOF dibandingkan proses pembuatan baja lainnya :

–          Dari segi waktu peleburannya yang relatif singkat yaitu hanya berkisar sekitar 60 menit untuk setiap proses peleburan.

–          Tidak  perlu  tuyer dibagian bawah..

–          Phosphor  dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon.

–          Biaya operasi murah.

Iklan

Maret 30, 2011 Posted by | Teknik Sipil | , , , , | Tinggalkan komentar

Andai Aku Menjadi Guru

ANDAI AKU MENJADI GURU

Guru adalah suatu profesi yang dahulu dianggap orang remeh dan hanya dilirik oleh segelintir orang karena identik dengan orang miskin akan tetapi sekarang guru menjadi suatu profesi yang sangat diincar banyak orang. Mengapa demikian? Ya, seperti yang banyak diketahui bahwasanya sekarang gaji guru sudah lumayan besar dengan adanya tunjangan sertifikasi. Sertifikasi merupakan predikat guru profesional yang diberikan kepada tenaga pendidik dan melipat gandakan gaji tenaga pendidik tersebut menjadi dua kali lipat. Pemerintah sendiri berharap dengan adanya tunjangan sertifikasi bisa memacu guru – guru di Indonesia agar lebih berkompeten di bidangnya. Dan cakupan luasnya jika guru di Indonesia lebih berkualitas / berkompenten dibidangnya maka untuk kedepannya pendidikan kita bisa bersaing di tingkat internasional. Syarat mendapatkan sertifikasi tidaklah mudah yaitu harus mengumpulkan portofolio (sertifikat seminar, piagam penghargaan, sertifikat diklat, dll) dan setiap isi portofolio itu ada bobot sendiri dalam penilaiannya. Apabila tidak lulus portofolio maka akan didiklat melalui PLPG selama 1 minggu. Tetapi sampai saat ini kondisi itu malah berbalik, dalam artian banyak guru yang sudah mendapatkan tunjangan setifikasi tetapi guru tersebut tidak profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Itu disebabkan karena dalam isi portofolio tersebut banyak terjadi manipulasi, seperti mereka memperoleh sertifikat – sertifikat yang jumlahnya ratusan, tetapi kompetensi dari serifikat itu tidak mereka dapatkan sehingga ketika tenaga pendidik akan mengimplementasikan itu kedalam proses belajar mengajar mereka akan kesulitan. Inilah yang menjadikan cerminan bahwasanya sertifikasi guru di Indonesia masih kurang efektif dengan salah satu alasan seperti disebut di atas. Saya sebagai calon guru yang sudah dididik untuk dipersiapkan sebagai guru sangat prihatin melihat kejadian seperti saat ini dan saya tidak akan melakukan kecurangan hanya dapat memperoleh predikat guru profesional.

Jika saya memang digariskan untuk berprofesi menjadi guru saya akan menjalankan profesi tersebut dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan generasi muda kedepannya. Saya menganggap menjadi guru bukanlah jabatan belaka tetapi adalah sebuah amanah. Dan amanah apabila tidak dijalankan dengan maksimal maka akan berdosa. Tidak hanya sekadar mengajar untuk menuntaskan kompetensi tetapi juga mananamkan karakter kepada siswa agar siswa yang tadinya kurang baik menjadi baik dan dapat berprestasi demikian juga dengan moralnya. Tapi itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama, maka dari itu yang dituntut disini adalah kesabaran dan keuletan tinggi dalam melaksanakannya. Mengapa saya menginginkan demikian karena saya ingin turut menyukseskan cita – cita pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan pendidikan berkarakter. Baca lebih lanjut

Maret 29, 2011 Posted by | Ilmu Pendidikan | | Tinggalkan komentar

Konstruksi Bambu

KONSTRUKSI RUMAH BAMBU

Mengapa kita perlu memikirkan konstruksi yang biasa menggunakan kayu beralih ke bambu ?

Krisis Global yang berkepanjangan memang meresahkan masyarakat di seluruh dunia. Harga – harga kebutuhan pokok terus meningkat seiring perubahan ketidakstabilan nilai rupiah di pasar dunia. Tidak terkecuali harga bahan bangunan yang tentunya menyebabkan harga pembangunan sebuah gedung ikut meningkat pula. Kalau dulu, membangun rumah dengan kisaran harga 1 juta rupiah per meter persegi masih dapat dilakukan. Sedangkan sekarang, paling tidak untuk membangun rumah tinggal dengan standar mutu yang bagus dan representatif kisarannya bisa mencapai angka 2.5 – 3 juta rupiah per meter perseginya.

Untuk itu, kita sebaiknya perlu mencari cara yang pas agar kita dapat menekan ongkos konstruksi rumah tinggal yang akan kita bangun. Kita perlu mencari cara dan kreasi yang lebih unik agar hemat namun tetap terlihat sedap dipandang mata. Caranya adalah dengan pengguanaan material yang tepat guna, hemat, dan terjangkau. Misalnya dengan menggunakan dinding batako yang lebih murah daripada batu bata. Lalu dengan cara merancang dinding yang bervariasi dalam artian tidak semua dinding diplester dengan acian semen halus dan cat, tapi ada variasi dan komposisi dinding yang mana yang memang merupakan ekspose kasar dan yang mana yang halus. Dan dengan cara penggunaan atap gelombang non-asbestos atau fiber semen yang tentu saja jauh lebih murah dan ramah lingkungan ketimbang genteng beton ataupun genteng keramik.

Namun, ada cara yang lebih mudah lagi. Dengan melihat potensi Indonesia sebagai negara tropis yang kaya akan sumber daya alam. Kita seharusnya dapat cukup jeli melihat potensi sumber daya alam kita yang beraneka ragam ini. Sumber daya alam kita, khususnya yang merupakan material bangunan yang paling banyak ditemui adalah kayu. Akan tetapi, karena kayu harganya begitu mahal di pasaran, kayu menjadi material yang terasa cukup mewah khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin membangun rumah tinggal. Selain itu, isu lingkungan seperti penebangan hutan secara liar membuat kita cenderung untuk prihatin terhadap sumber daya alam kita yang semakin menipis ini.

Selain kayu, sebenarnya bahan lain yang sering ditemui dan tumbuh dengan mudah di Indonesia adalah bambu. Bambu dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang di alam Negara kita ini. Harganya pun murah dan terjangkau bagi siapa saja. Namun, memang benar belum banyak orang yang melirik potensinya sebagai material alternatif yang dapat kita gunakan sebagai elemen dekorasi rumah kita. Selain itu, pengetahuan kebanyakan masyarakat kita terbatas tentang bambu pun agaknya cukup terbatas. Kebanyakan dari kita hanya tahu bahwa bambu hanya sebagai penghias rumah makan ataupun saung yang berada di desa-desa. Padahal, kekuatan bambu yang misalnya digunakan sebagai struktur utama memiliki kekuatan yang tidak kalah jauh kalau dibandingkan dengan kayu. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu bambu kekuatannya lebih lentur daripada kayu.

Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti  memiliki  banyak  keunggulan. Seratnya yang liat dan  elastis  sangat  baik dalam menahan beban (baik beban  tekan/tarik, geser, maupun tekuk). Fakultas Kehutanan IPB  mengungkapkan fakta bahwa  kuat tekan bambu (yang  berkualitas)  sama  dengan kayu, bahkan  kuat tariknya  lebih baik daripada  kayu. Bahkan,  dengan kekuatan seperti  ini, jenis bambu tertentu bisa  menggantikan baja sebagai tulangan beton.

Sudah waktunya Indonesia mempunyai standar bambu yang berlaku secara nasional dengan merujuk pada  standar bambu internasional yang sudah ada  seperti, ISO  22156 (2004) dan ISO 22157-1: 2004 (E) yang disesuaikan dengan jenis bambu yang ada di Indonesia. Langkah awal untuk maksud ini sudah dimulai dari di Puslitbang Permukiman dengan menghadirkan para ahli/peneliti bambu dari UGM, ITB, IPB, LIPI, PROSEA dan Puslitbang Permukiman yang hasilnya dapat dipakai sebagai informasi awal untuk langkah-langkah selanjutnya dalam merealisasikan standar  bambu. Dengan tersedianya  standar bambu untuk bangunan diharapkan produk  yang  menggunakan bambu  dapat  lebih berkualitas, lebih lama  umur pakainya, seragam dalam penggunaannya, dapat meningkatkan nilai tambah bambu sehingga dapat menggantikan peran kayu di masa mendatang.

TUJUAN

Meminimalisir penggunaan kayu dengan menggantinya dengan bambu, sehingga penggunaan kayu dan bambu seimbang karena jumlah kayu di Indonesia semakin berkurang karena penebangan yang terus – menerus. Baca lebih lanjut

Maret 25, 2011 Posted by | Teknik Sipil | , , , , , , , , | 4 Komentar

Teknologi Baja

TEKNOLOGI BAJA
Baja adalah satu bahan bangunan yang unsur utamanya terdiri dari besi.
Ditemukan ketika dilakukan penempaan dan pemanasan yang menyebabkan tercampurnya besi dengan karbon pada proses pembakaran.
Sering digunakan untuk bangunan monumental dan berukuran besar.
Bentuk Baja :
1. Baja Pelat
a) Baja berupa pelat, baik pelat lembaran maupun pelat strip dengan tebal antara 3 mm s.d 60 mm.
b) Baja pelat lembaran lebar antara 150 mm s.d 4300 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.
c) Baja pelat setrip biasanya dengan lebar <600 mm dengan panjang 3 s.d 6 meter.
d) Ada yang polos dan ada yang bermotif. Namun untuk konstruksi biasanya digunakan pelat polos. Sedangkan yang bermotif digunakan untuk lantai bis. Cabin kapal, dll.
2. Baja Profil
Baja berupa batangan (lonjoran) dengan penampang berprofil dengan bentuk
tertentu dengan panjang pada umumnya 6 meter (namun bisa juga dipesan di pabrik dengan panjang sampai 15 meter)
3. Baja Beton
Baja yang digunakan untuk penulangan atau pembesian beton (untuk konstruksi beton). Pada umumnya berbentuk batangan atau lonjoran dengan berbagai macam ukuran (dari pabrik 12 meter)
4. Baja Siku
Baja profil berbentuk siku sama kaki yang digunakan untuk penggunaan umum dengan ukuran lebar kaki mulai 20 mm sampai 200 mm.
Kelebihan Baja Siku :
– Praktis,
– Mudah dalam pengerjaan,
– Dapat dibongkar pasang, dll.
Penggunaan Baja Siku :
– Atap,
– Rak Lemari,
– Sandaran buku,dll
Untuk macam – macam baja lainnya akan diteruskan dipostingan saya selanjutnya.hehehe……

Maret 2, 2011 Posted by | Teknik Sipil | , , | 4 Komentar