Yogo Prihatono

Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada

Andai Aku Menjadi Guru

ANDAI AKU MENJADI GURU

Guru adalah suatu profesi yang dahulu dianggap orang remeh dan hanya dilirik oleh segelintir orang karena identik dengan orang miskin akan tetapi sekarang guru menjadi suatu profesi yang sangat diincar banyak orang. Mengapa demikian? Ya, seperti yang banyak diketahui bahwasanya sekarang gaji guru sudah lumayan besar dengan adanya tunjangan sertifikasi. Sertifikasi merupakan predikat guru profesional yang diberikan kepada tenaga pendidik dan melipat gandakan gaji tenaga pendidik tersebut menjadi dua kali lipat. Pemerintah sendiri berharap dengan adanya tunjangan sertifikasi bisa memacu guru – guru di Indonesia agar lebih berkompeten di bidangnya. Dan cakupan luasnya jika guru di Indonesia lebih berkualitas / berkompenten dibidangnya maka untuk kedepannya pendidikan kita bisa bersaing di tingkat internasional. Syarat mendapatkan sertifikasi tidaklah mudah yaitu harus mengumpulkan portofolio (sertifikat seminar, piagam penghargaan, sertifikat diklat, dll) dan setiap isi portofolio itu ada bobot sendiri dalam penilaiannya. Apabila tidak lulus portofolio maka akan didiklat melalui PLPG selama 1 minggu. Tetapi sampai saat ini kondisi itu malah berbalik, dalam artian banyak guru yang sudah mendapatkan tunjangan setifikasi tetapi guru tersebut tidak profesional dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru. Itu disebabkan karena dalam isi portofolio tersebut banyak terjadi manipulasi, seperti mereka memperoleh sertifikat – sertifikat yang jumlahnya ratusan, tetapi kompetensi dari serifikat itu tidak mereka dapatkan sehingga ketika tenaga pendidik akan mengimplementasikan itu kedalam proses belajar mengajar mereka akan kesulitan. Inilah yang menjadikan cerminan bahwasanya sertifikasi guru di Indonesia masih kurang efektif dengan salah satu alasan seperti disebut di atas. Saya sebagai calon guru yang sudah dididik untuk dipersiapkan sebagai guru sangat prihatin melihat kejadian seperti saat ini dan saya tidak akan melakukan kecurangan hanya dapat memperoleh predikat guru profesional.

Jika saya memang digariskan untuk berprofesi menjadi guru saya akan menjalankan profesi tersebut dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan generasi muda kedepannya. Saya menganggap menjadi guru bukanlah jabatan belaka tetapi adalah sebuah amanah. Dan amanah apabila tidak dijalankan dengan maksimal maka akan berdosa. Tidak hanya sekadar mengajar untuk menuntaskan kompetensi tetapi juga mananamkan karakter kepada siswa agar siswa yang tadinya kurang baik menjadi baik dan dapat berprestasi demikian juga dengan moralnya. Tapi itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama, maka dari itu yang dituntut disini adalah kesabaran dan keuletan tinggi dalam melaksanakannya. Mengapa saya menginginkan demikian karena saya ingin turut menyukseskan cita – cita pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan pendidikan berkarakter.

Selain itu saya juga akan mengajar dengan metode aplikatif (tidak hanya di awang – awang), karena pembelajaran seperti itu akan membuat peserta didik lebih mudah memahami apa yang disampaikan guru. Saya juga akan membuat terobosan – terobosan baru dalam mengajar dan mengupdate ilmu yang saya ajarkan. Hal ini dilakukan karena jika mengajar dengan ilmu yang masih lama dan tidak diupdate maka akan ketinggalan jaman, terlebih ilmu sekarang sangat cepat berkembang daripada dahulu. Saya sebagai guru rela mengeluarkan uang tidak sedikit untuk mengupdate ilmu yang saya punyai demi kemajuan saya dan murid saya karena untuk sesuatu hal yang baik pastilah harus ada pengorbanan yang lebih. Selanjutnya saya juga mempunyai gagasan untuk membuat siswa lebih jeli memaknai keadaan dan lebih terampil. Karena di dalam dunia pekerjaan terutama lulusan SMK diminta lebih terampil dari yang lain. Caranya yaitu menghidupkan lagi diskusi – diskusi antara pelajar, karena dari diskusi itu sering muncul ide – ide kreatif yang bisa diwujudkan jika kita berani mencobanya.

Kemudian, saya sebagai guru haruslah ramah dan tidak bersifat eksklusif bagi siswa dan orang pada umumnya karena guru yang disegani adalah guru yang bisa berbaur dengan situasi yang ada. Selain itu tingkah laku saya juga harus dijaga, karena guru di dalam istilah Jawa adalah digugu dan ditiru. Jadi segala tingkah laku kita selalu diamati oleh orang – orang yang ada disekitar kita dan akan menjadi panutan bagi mereka. Selanjutnya saya juga akan benar – benar menjadi orang tua kedua bagi murid saya. Jadi sebagai guru saya juga harus bisa menjadi teman sharing bagi siswa saya karena inilah metode pendekatan guru kepada siswa sehingga siswa lebih “in” dalam menerima pelajaran.

Di lingkup non formal, saya ingin membuat sekolah yang khusus untuk anak – anak jalanan atau tidak mampu. Sekolah tersebut tidak seperti sekolah pada umumnya yaitu berpusat pada akademis tetapi lebih mengedepankan moral dan ketrampilan. Mengapa demikian, karena jika mempunyai ketrampilan yang lebih mereka akan bisa membuat pekerjaan sendiri dengan ketrampilan yang mereka miliki dan tidak akan nganggur atau menjadi gelandangan lagi. Dan cakupan luasnya adalah mereka dapat bekerja dengan ketrampilan yang mereka miliki dan memiliki moral yang bagus. Hal ini yang menjadi point utama karena kebanyakan sekarang orang – orang yang sekolah tinggi tetapi tidak memiliki moral sehingga dalam bekerja orang tersebut melakukan hal yang tidak semestinya mereka lakukan.

Apa yang dituliskan diatas adalah cita – cita saya sebagai calon guru. Dan sekarang saya masih mahasiswa semester IV dan mungkin akan mulai dirintis 4 – 5 tahun lagi. Ini saya tuliskan berdasarkan keprihatinan saya terhadap pendidikan di Indonesia saat ini dan semoga apa yang akan saya lakukan dapat merubah sebagian kecil dari pendidikan Indonesia dan jangka panjangnya akan memperbaiki pendidikan di Indonesia baik pendidikan formal maupun informal.

Maret 29, 2011 - Posted by | Ilmu Pendidikan |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: