Yogo Prihatono

Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada

Soloraya Creative Expo 2013 “Exotism of Bamboo” Part 3

Soloraya Creative Solo 2013 selain bertempat di venue utama atau di Benteng Vastenburg juga menempatkan eventnya di 3 venue laninnya.Venue tersebut berada di Gedung Graha Wisata Niaga, Diamond Convention Center, dan Solo Square  Mall. Disini penulis akan memaparkan event Soloraya Creative Expo di ketiga tempat tersebut.

Venue selain di Benteng Vastenburg yaitu di Gedung Graha Wisata Niaga Surakarta. Gedung Graha Wisata Niaga Surakarta terletak di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 275, Penumping, Laweyan, Solo. Gedung ini terletak sangat strategis dan berada pusat kota. Hampir setiap pekan ada event yang diselenggarakan disini. Maka tak salah jika panitia menentukan salah satu venue di Gedung Graha Wisata Niaga ini. Gedung ini terdiri dari dua lantai dan penyelenggara memanfaatkan gedung ini secara maksimal yaitu mengisi penuh dua lantai tersebut dengan kontent yang berbeda. Di lantai pertama di isi oleh stand berkonten “Creative Printing and Publishing Expo”. Creative Printing and Publishing Expo ini merupakan konten yang mengeksplore dan memamerkan segala produk dan usaha dari dunia industri di lingkup Soloraya yang ada kaitannya dengan publikasi dan cetak mencetak. Stand yang ada saat penulis berkunjung ke Gedung Graha Wisata Niaga lantai pertama diantaranya Perusahaan Bordir, Perusahaan Percetakan, Perusahaan Konveksi, dan lai-lain. Semua perusahaan tersebut berasal dari lingkup Soloraya dan hasil dari produk Soloraya sangatlah memuaskan. Jadi tak kalah dengan produk di luar Soloraya bahkan dikatakan bisa bersaing dan mampu menembus pangsa Internasional sekalipun. Berikut gambaran event yang berada di Gedung Graha Wisata Niaga lantai pertama.

y-6

print-2

Di Gedung Graha Wisata Niaga lantai dua terdapat venue dengan isi “Creative Finance and Investment Expo”. Dengan adanya venue ini diharapkan kesadaran menabung semakin meningkat ditambah dengan kesadaran investment. Dikarenakan akhir-akhir ini perilaku masyarakat Indonesia cenderung konsumtif dan ini bisa menyebabkan kebobrokan negara maka sangatlah penting masyarakat diberikan edukasi tentang dunia perbankan dan investment. Berikut ini aktivitas yang ada venue di Graha Wisata Niaga lantai dua.

bank-1

bank-2

Venue selanjutnya berada di Diamond Convention Center. Diamond Convention Center merupakan gedung yang terintegerasi antara hotel, restoran, outlet pakaian, dan hall yang cukup besar. Sehingga tak salah jika pihak penyelenggara menempatkan salah satu venuenya di Diamond Convention Center. Di Diamond Convention Center terdapat sebuah restoran yang sangat terkenal dan masyarakat Solo mana yang tidak tahu akan keberadaan itu. Menurut penulis, dengan landasan demikian maka pihak penyelenggara menitikberatkan venue di Diamond Convention Center berupa Venue kuliner. Venue di Diamond Convention Center bersub tema “Creative Food and Agriculture Expo”. Isi dari venue di dalamnya merupakan produk-produk kuliner kreatif yang ada di lingkungan Soloraya. Hal ini bertujuan agar pengunjung dapat mengetahui bahwa Soloraya memiliki kuliner yang cukup beragam dan variatif. Selain itu penulis terkesan dengan beberapa produk kuliner yang ada didalamnya karena sangat khas dan beberapa ada yang tidak ditemukan di kota lain. Ini yang membuat mengapa kita harus bangga akan produk lokal dan meminimalisir menggunakan produk impor terlebih dalam hal kuliner. Dikarenakan jika tidak kita yang bangga siapa lagi? bisa jadi kalau kita tidak bangga maka akan dirampas oleh negara lain. Berikut event yang terdapat di Diamond Convention Center.

kul-3

20131122_205250[1]

Venue terakhir terletak di ujung barat kota Solo yaitu di Solo Square Mall. Salah satu Mall yang ada di Solo ini memang sangat ramai terlebih jika musim liburan maupun akhir pekan. Terletak di Jalan Slamet Riyadi perbatasan antara Solo dengan Sukoharjo. Maka sangat potensial jika pihak penyelenggar menempatkan salah satu venuenya disini. Pihak penyelenggara menempatkan salah satu venuenya yaitu venue tentang otomotif atau yang diberi nama “Otocreative Expo”. Isi di dalam venue ini merupakan hal yang berkaitan dengan dunia otomotif. Dunia tentang otomotif yang ada dalam venue ini diantaranya pameran mobil, sparepart kendaraan bermotor, dan lain-lain. Ada satu hal yang membuat penulis bangga akan Indonesia yaitu Soloraya. Ada stand yang menawarkan tentang produk sparepart buatan dalam negeri. Hal ini sangat membuat positif bangsa kita ke depan karena dengan sudah bisanya membuat sparepart maka Indonesia akan bia mempuat kendaraan full di negeri sendiri bukan hanya merangkai saja. Selain itu adaprogram wirausaha yang sangat membantu yang ditawarkan oleh vendo sparepart tersebut yaitu memberikan modal berupa materi dan sparepat kepada orang yang ingin membuka bengkel tanpa meminta keuntungan dari hasil bengkel tersebut. Hal ini akan menumbuhkan jiwa entrepenuer baru di Indonesia dan bukan tidak mungkin akan mengurangi pengangguran yang cukup drastis. Selain itu negara yang maju dibuktikan dengan banyaknya wirausaha dan program tersebut merupakan wujud dari perwujudan menuju Indonesia maju. Berikut ini gambaran visual event yang berlangsung di Solo Square Mall. Bangga produk Indonesia, Bangga produk keratif, Majulah Indonesia !!!!

oto-2

oto-3

Dari rangkaian penyelenggaraan Solo Creative Expo 2013 ada beberapa catatan dari penulis yang mungkin bisa menjadi wacana pihak penyelenggara ke depannya. Jika venue memang dibuat terpisah diusahakan konsep bambu jangan dihilangkan dan hanya ada di venue utama saja tetapi di semua venue juga. Hiburanpun juga harus ada di semua venue guna menarik perhatian pengunjung. Rundown event juga dibuat sama dikarenakan ada beberapa venue yang buka dan tutup tidak pada waktunya. Jika memang dimungkinkan diadakan dalam satu tempat akan lebih bagus.

All out keren abis buat Soloraya Creative Expo 2013, semoga ke depan lebih bagus dan bisa membuat semua pihak diuntungkan mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan lain-lain.

I love Indonesia, I love Produk Lokal.

Visit Solo

@yogoprihatono

http://sce2013yogoprihatono.blogspot.com/

Iklan

November 24, 2013 Posted by | Event, Kewirausahaan | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Soloraya Creative Expo 2013 “Exotism of Bamboo” Part 2

Soloraya Creative Expo dengan venue pertama terletak di Benteng Vastenburg. Benteng Vastenburg merupakan salah satu Benteng yang ada di kota Solo dan terletak di pusat kota. Benteng ini dibangun tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhof. Benteng ini memiliki tempat yang sangat strategis, sehingga sangat mudah sekali bagi pengunjung untuk dapat menemukan lokasi ini. Maka tak salah jika panitia Solo Creative Expo 2013 menempatkan Benteng Vastenburg sebagai venue utama dalam perhelatan akbar ini.
Solo Creative Expo 2013 mengambil tema Exotism of Bamboo. Tema tersebut diambil dikarenakan pihak penyelenggara menginginkan nuansa alami. Nuansa alami tersebut diambil dengan menggunakan bahan dari alam yaitu bambu di seluruh ornamen pada penyelenggaraan tersebut. Ornamen yang menggunakan bambu mulai dari panggung, venue, stand, pintu masuk, dan lain-lain. Dengan demikian Benteng Vastenburg yang dahulunya tak terawat dan jarang diketahui oleh masyarakat saat ini disulap sedemikian rupa oleh pihak penyelenggara menjadi Benteng Vastenburg yang sangat indah dengan bangunan semi permanen yang berada di dalamnya menggunakan bahan utama bambu.
Di dalam Benteng Vastenburg terdapat sebuah rumah yang menyerupai rumah tembako dari bambu yang digunakan untuk penempatan stand-stand dengan dilengkapi pendingin (AC), jadi rumah tersebut terkesan klasik tapi tetap modern dengan mengikuti zaman sekarang (gambar 1). Kemudian panggung utama juga dibuat dengan menyerupai kapal dan berbahan utama dari bambu (gambar 2). Toilet mobil yang biasa digunakan disepanjang jalan slamet riyadi juga disulap menyerupai rumah eskimo dengan bahan bambu (gambar 3), dan stand kuliner maupun stand kecil juga dibuat dengan konsep kanopi bambu (gambar 4).
Selain dari segi konsep dan landscape di Benteng Vastenburg yang membuat saya sangat sangat sangat bangga sekali akan Soloraya terlebih Indonesia adalah dari segi produk kerajinannnya. Produk kerajinan di Soloraya sangat beragam dan sangat disukai oleh masyarakat domestik maupun mancanegara. Pemasaran hasil kerajinan bukan hanya untuk kalangan lokal tetapi sudah di eksport ke mancanegara dan beberapa produk telah tercatat sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Beberapa produk yang ada di venue utama Benteng Vastenburg yaitu batik, kerajinan ukiran khas Klaten, Lukisaan, dan lain-lain (gambar 5-gambar 7).
IMG_3174 - Copy
Gambar 1 (Tampak Depan Rumah Tembakau)
IMG_3094
Gambar 2 (Panggung Utama)
y-1
Gambar 3 (Toilet versi Eskimo Jawa)
IMG_3083
Gambar 4 (Stand Bambu)
IMG_3171
Gambar 5 (Produk Batik khas Soloraya yang dipasarkan di stand Benteng Vastenburg)
IMG_3133
Gambar 6 (Kerajinan Tangan berbahan Kayu hasil karya tangan Soloraya )
lokal 3
Gambar 7 (Hiasan Taman karya tangan Soloraya)
Event Soloraya Creative Expo di venue Benteng Vastenburg merupakan venue yang paling bagus dan inspiratif. Semoga kedepannya penyelenggaraan semakin bagus dan bisa menjadi vent rujukan nasional bahkan internasional.
@yogoprihatono
http://sce2013yogoprihatono.blogspot.com/

November 24, 2013 Posted by | Event, Kewirausahaan | , , , , , | Tinggalkan komentar

Soloraya Creative Expo 2013 “Exotism of Bamboo” Part 1

Soloraya Creative Expo (SCE) merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Solo. Penyelenggaraan SCE bertujuan untuk menampilkan dan memperkenalkan sisi kearifan produk lokal, budaya, industri, perdagangan, jasa, pariwisata, investasi serta perekonomian yang ada di lingkungan Soloraya kepada masyarakat domestik maupun mancanegara. SCE 2013 kali ini mengambil tema Exotism of Bamboo. Pelaksanaan event dimulai tanggal 20-24 November 2013, namun untuk pembukaan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2013 di Benteng Vastenburg oleh Gareng S Haryanto selaku Ketua KADIN Solo.

Pihak penyelenggara menggunakan empat tempat/venue sekaligus dalam pelaksanaan SCE 2013 kali ini. Venue pertama yaitu venue utama yang terletak di Benteng Vastenburg (Kerajinan, Produk UMKM, panggung Utama,dll), venue kedua terletak di Graha Wisata Niaga (Digital Printing, Perbankan dan Investment), venue ketiga terletak di Diamond Convention Center (Kuliner Kreatif), dan yang terakhir terletak di Solo Square (Otomotif Kreatif). Dengan pembagian venue menjadi beberapa bagian diharapkan pengunjung dapat leluasa dalam menikmati ajang SCE 2013 kali ini.

Event tahunan ini bisa dinikmati pengunjung hanya dengan tiket seharga sepuluh ribu rupiah. Tiket ini merupakan tiket terusan, jadi pengunjung dapat menggunakan satu tiket untuk menikmati keempat venue tersebut. Harga tersebut sangat bisa membayar kepuasan pengunjung dengan konsep landscape dan perform SCE 2013 yang sangat menakjubkan.

Pihak penyelenggara menggandeng seluruh komponen pemerintahan eks Surakarta untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Dalam penyelenggaran ini yang ikut berpartisipasi dari Pemkot Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Karanganyar. Selain dari instansi pemerintahan pihak swastapun juga ikut memeriahkan event Soloraya Creative Expo 2013 ini.

tiket

Tiket

IMG_3174 - Copy

Rumah Tobong Tembakau sebagai view depan di Benteng Vastenburg.

IMG_3128

Benteng Vastenburg Solo dari Stand Art Galery

Dari penyelenggaraan event SCE 2013 ini penulis akan menyampaikan beberapa tanggapannnya diantaranya:

Kritik:
– Terjadi ketimpangan antara venue di Benteng Vastenburg dengan venue lainnya, sehingga menyebabkan pada venue lainnya sepi pengunjung dan tutup lebih awal dari jadwal yang telah dibuat.
– Kesiapan petugas tiketing kurang,menyebabkan antrian yang lumayan pada saat penyobekkan tiket.
Saran:
– Jika memang memungkinkan untuk dilaksanakan pada satu tempat yang sama akan lebih baik, tapi jika tidak memungkinkan pada satu tempat yang sama alangkah baiknya antara satu venue dengan venue lainnya tidak ada perbedaan yang menyolok terutama pada landscape ruangan dan kemeriahan guna pengunjung lebih tertarik.
– Petugas tiketing diperbanyak atau bahan kertas untuk tiket ditipiskan sehingga memudahkan saat proses penyobekan.
Kesan:
– Konsep event di venue utama menakjubkan.
– Pertama datang dan langsung membekas di hati.
– Semoga menjadi inspirasi pihak pemerintah di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan event serupa.
– Produk Lokal oke kenapa mesti Bangga pake produk Import????
@yogoprihatono

November 23, 2013 Posted by | Event, Kewirausahaan | , , , | Tinggalkan komentar