Yogo Prihatono

Tetap Berkreasi Dengan Apa Yang Ada

PERKUATAN GEDUNG AKIBAT KEBAKARAN MENGGUNAKAN SISTEM “TYFO FIBRWRAP COMPOSITE”

Beton bertulang umumnya dapat diperbaiki kembali setelah mengalami kebakaran. Setelah kebakaran terjadi, suatu penelitian awal sebaiknya segera dilaksanakan. Penelitian tingkat kerusakan dapat dibagi menjadi beberapa langkah pokok, yaitu pengukuran kualitatif dan kuantitatif, dan penentuan klasifikasi kerusakan struktur akibat api. Penentuan klasifikasi kerusakan ini harus mempertimbangkan berbagai hal yang telah dikumpulkan.

A.       Perubahan warna pada beton

Warna beton dapat berubah akibat pemanasan, karena itu warna dapat dipakai sebagai indikasi temperatur maksimum yang telah terjadi dan lama api ekuivalen. Pengaruh baja dari kenaikan suhu dan pendinginan juga telah banyak diteliti. Untuk baja giling panas, umumnya kekuatannya pulih pada saat setelah dingin kembali. Apabila mengalami kenaikan suhu tidak melebihi 600’ celcius. Diatas suhu ini akan terjadi penurunan permanen dari kuat leleh baja. Mengingat kedua hal tersebut, maka pengukuran suhu yang dicapai oleh elemen struktur beton pada saat terjadinya kebakaran menjadi suatu hal yang sangat penting. Karena kita tidak bisa mengetahui secara langsung berapa suhu yang tercapai dan berapa lama waktunya, maka kita berusaha mendapatkan perkiraan ini dari berbagai pendekatan, yang diuraikan dalam butir- butir selanjutnya, yaitu antara lain lewat pengamatan visual, pengujian setempat maupun uji coba beban.

Warna beton setelah terjadi proses pendinginan membantu dalam mengindikasikan temperatur maksimum yang pernah dialami beton dalam beberapa kasus, suhu diatas 300/ C mengakibatkan perubahan warna beton menjadi sedikit kemerahan. Hal ini terjadi karena adanya senyawa garam besi dalam agregat atau pasir beton. Spalling dan crazing pada beton Spalling adalah gejala melepasnya sebagian permukaan beton dalam bentuk lapisan tipis (beberapa cm). Crazing adalah gejala retak remuk pada permukaan beton. Kedua hal ini berkatian langsung dengan kenaikan temperature pada beton.

B.       Klasifikasi visual

Pengamatan visual seperti yang telah diuraikan dapat dilakukan dan disajikan dalam suatu denah yang menunjukkan klasifikasi kerusakan yang teramati. Retak (cracking). Pada temperatur tinggi, pemuaian besi beton akan lebih besar daripada betonnya sendiri. Tetapi pada konstruksi beton, pemuaian akan tertahan sampai suatu taraf tertentu karena adanya lekatan antara besi beton dengan beton. Pada temperatur yang lebih tinggi lagi hal ini dapat menyebabkan terjadinya retak dan tentang lamanya kebakaran dari saksi mata, besarnya ruangan, arah angina, letak dan besaran ventilasi, semuanya harus dirangkum dan dianalisis. Tujuan akhir adalah memperkirakan suhu maksimum yang terjadi dan lama kebakaran.

C.       Uji baja tulangan

Beberapa sampel besi beton dapat diambil dari elemen struktur yang ada. Dengan catatan jangan sampai membahayajan strukturnya. Uji laboratorium untuk kuat leleh, kuat tarik dan perpanjangannya dan bandingkan dengan standar SII untuk besi pada kelas tersebut. Dari sini dapat disimpulkan kemundiran yang telah terjadi pada besi beton. Sebaiknya pengujian dilakukan pada berbagai kelas kerusakan.

D.       Kondisi beton

Berbagai pengujian dapat dilakukan pada beton untuk mengetahui kondisi beton yang ada, seperti uji palu beton , pengambilan sampel secara mekanis dan uji kuat tekannya, pulse-echo NDT, ultrasonic pulse velocity dengan soniscope dan uji beban.

E.       Faktor kerusakan

Berbagai pengujian pengaruh kenaikan tempertur telah dilakukan terhadap komponen beton bertulang. Baik terhadap betonnya sendiri maupun terhadap besi betonnya. Tetapi semua pengujian ini didasarkan pada suatu api standar, yaitu ISO834 standard fire ini dan menentukan analisis pendekatan antar real fire terhadap standard fire ini dan menentukan lama api ekuivalennya  Setelah mengetahui lama api ekuivalen dan temperature maksimum, baru kita dapat menentukan factor kerusakan beton dan baja tulangan. Untuk beton dalam keadaan tertekan, biasnya factor kerusakan diambil 0,85 bila temperaturnya berkisar antara 300’c sampai 1000’c. Untuk baja tulangan pada kisaran temperatur ini , perlu ditinjau kemungkinan kehilangan lekatan dan penjangkaran. Biasanya factor kerusakan diambil 0,7.

F.        Perkuatan / perbaikan struktur

Yang dimaksud dengan perbaikan disini adalah mengembalikan kekuatan suatu elemen struktur sehingga sama dengan kekuatan awal. Sedangkan perkuatan adalah memperkuat suatu elemen struktur sehingga dapat memenuhi syarat terhadap gaya- gaya dalam akibat pembebanan tertentu.

Selanjutnya perlu dibuat perencanaan perkuatan struktur yang mencakup langkah- langkah sebagai berikut :

  1. Studi teknik perbaikan dan pengenalan akan bahan- bahan perbaikan yang akan digunakan.
  2. Perancangan elemen- elemen struktur yang akan diperkuat dan pembuatan gambar- gambar detail disertai urutan pekerjaannya.
  3. Penulisan spesifikasi. Selain mengembalikan kekuatan struktur, perlu diperhatikan pula bahwa sifat ketahanan struktur kebakaran harus dipulihkan juga.

Salah satu perkuatan pada beton jika terjadi kebakaran adalah dengan menggunakan metode Tyfo Fibrwrap System. Tyfo Fibrwrap System adalah serat fiber yang diperkuat dengan bahan polymer (FRP) yang mempunyai tensile strength yang tinggi, yang merupakan kombinasi dari fiber (kaca, carbon ataupun aramid (Kevlar®) dengan epoxy dan resin yang diformulasikan khusus dan compatible dengan fiber tersebut dan telah diuji.

Kombinasi yang telah diuji dari fiber kekuatan tinggi dan resin membentuk system FRP composite. Sifat-sifat composite  dari kombinasi fiber dan epoxy yang telah diuji digunakan dalam disain perkuatan. Untuk melakukan pekerjaan perkuatan, perlu diketahui data struktur yang ada, supaya dapat dilakukan perhitungan yang tepat.

Range Produk Tyfo Fibrwrap Systems  

Tyfo Systems menghasilkan solusi yang menyeluruh yang berhubungan dengan perkuatan struktur dengan tidak meninggalkan sisi arsitektur dari bangunan itu sendiri.

Beberapa type Tyfo Firbrwrap Systems antara lain :

1. TYFOFibrwrap SEH E-Glass Composite Systems.

2. TYFOFibrwrap SCH Carbon Composite Systems.

3. TYFOFibrwrap SAH Aramid Composite Systems.

Sistim Tyfo mempunyai karakteristik:

  • Meningkatkan kekuatan melengkung dr elemen2 lentur
  • Meningkatkan kekuatan geser dari balok, kolom, dan dinding
  • Meningkatkan kapasitas beban /daya tahan vertical dari kolom
  • Meningkatkan ductility (daktilitas) di bawah beban berangkai
  • Tidak berkarat dan menghentikan proses karat
  • Peningkatan Kapasitas dan Daktilitas (Kemampuan Perubahan Bentuk) Axial Kolom\

Sistem Tyfo® Fibrwrap® dapat digunakan untuk:

  • Perlindungan struktur secara keseluruhan.
  • Memperbaiki ketahanan gempa suatu bangunan.
  • Memperkuat jembatan dengan menaikkan tingkat beban, ketahanan gempa, perbaikan dampak kerusakan, memperpanjang umur jembatan.
  • Upgrade struktur: menaikkan kekuatan beam, slab, dan kolom yang sudah ada.
  • Memperkuat struktur yang tidak lagi memiliki kekuatan disain aslinya karena kesalahan konstruksi, korosi, penambahan beban.
  • Rehabilitasi pipa atau perkuatan pipa untuk mengatasi kenaikan tekanan dari dalam, beban lentur, traffic dan beban tanah. Sistem Tyfo® Fibrwrap® dapat dilem dari luar maupun dari dalam pipa.
  • Ideal untuk  perkuatan struktur industri karena angka perbandingan kekuatan dan berat yang tinggi, serta kemudahan pemasangan,
  • dll

Sistem Kerja Tyfo® Fibrwrap® Composite

Peningkatan Kapasitas dan Daktilitas (Kemampuan Perubahan Bentuk) Axial Kolom.

System FRP memungkinkan untuk dibonding / disambung dengan permukaan bagian luar dari concrete atau masonry untuk meningkatkan kapasitas beban axialnya

Tergantung pada penampang, orientasi dari serat utama fiber harus longitudinal atau melintang.

Model Detail Perkuatan sbb: 

Detail pelapisan pada kolom berbentuk bujur sangkar atau segi empat

 

referensi (http://www.strength-construction.biz/perkuatan-gedung-yamaha-akibat-kebakaran.html)

Desember 24, 2013 - Posted by | Teknik Sipil | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: